Operasi Badai Kasuari, TNI Sergap Komandan OPM Matius Aisasior di Maybrat Tanpa Perlawanan

AKURAT JAKARTA— Prajurit TNI dari Satgas Yonif 9 Marinir Koops Habema berhasil menangkap tiga pimpinan dan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) Batalyon TPNPB-OPM Aikum.
Dalam Operasi Badai Kasuari 3.13 di Kampung Franeway, Distrik Aifat Timur Jauh, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Selasa (28/10/2026).
Panglima Kogabwilhan III, Letjen TNI Lucky Avianto, mengonfirmasi bahwa ketiga individu yang diamankan merupakan pimpinan jaringan OPM yang kerap menebar teror di wilayah Papua Barat Daya.
Baca Juga: Gugur di Tangan OPM, Jenazah Pilot AS Berhasil Dievakuasi TNI ke Timika
"Prajurit berhasil menangkap Komandan Batalyon TPNPB OPM Aikum, Matius Aisasior, beserta wakilnya, Yeremias Aisasior, dan satu anggotanya bernama Zakarias Aikingking," kata Lucky dalam keterangan resminya, Jumat (30/10/2026).
Penangkapan berawal ketika personel Yonif 9 Marinir mendeteksi pergerakan Matius Aisasior yang keluar dari tempat persembunyiannya di kawasan Hutan Aisnak, Distrik Moskona, Kabupaten Teluk Bintuni.
Setelah melacak pergerakannya, prajurit Marinir segera mengepung sebuah rumah di Kampung Franeway tempat Matius melakukan pertemuan bersama Yeremias dan Zakarias.
"Di dalam rumah tersebut, Yeremias dan Zakarias sudah menunggu kehadiran Matius Aisasior. Personel Yonif 9 Marinir langsung melakukan penyergapan secara persuasif, hingga ketiganya akhirnya menyerah tanpa perlawanan," ujar Lucky.
Jaringan Teror Kopitua Heluka dan Imbauan TNI
Letjen Lucky menjelaskan bahwa ketiga pimpinan OPM tersebut merupakan bagian dari jaringan pimpinan Kopitua Heluka. Kelompok ini tercatat berulang kali melancarkan aksi teror fatal, mulai dari penyerangan pos keamanan, penyerangan pekerja proyek Jalan Trans Bintuni, hingga tindakan kekerasan terhadap warga lokal Papua.
Mengantisipasi eskalasi aksi kejahatan bersenjata, TNI mengimbau seluruh simpatisan maupun pimpinan OPM yang masih bertahan di dalam hutan untuk segera meletakkan senjata dan kembali ke pangkuan NKRI.
Meski mengedepankan pendekatan persuasif, Lucky menegaskan bahwa TNI tidak akan ragu mengambil tindakan tegas dan terukur apabila kelompok bersenjata tersebut terus mengancam keselamatan warga maupun aparat.
"Khususnya dalam kondisi mendesak, mengingat prinsip Salus Populi Suprema Lex Esto—yakni keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi—senantiasa menjadi pedoman TNI dalam merespons aksi kekerasan OPM," tegas Pangkoops.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Parma vs Udinese di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Keluar dari Tren Buruk
- 2Prediksi Skor Bochum vs Mainz 05 di DFB-Pokal, 28 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Menghentikan Dominasi Tim Bundesliga?
- 3Prediksi Skor Freiburg vs Wolfsburg di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Buruk?
- 4Prediksi Skor Hamburger SV vs Eintracht Frankfurt di DFB-Pokal, 28 Oktober 2026: Duel Dua Tim dengan Pertahanan Rapuh
- 5Prediksi Skor Bournemouth vs Aston Villa di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Duel Dua Tim yang Sedang Panas
- 6Prediksi Skor Sonnenhof Grossaspach vs Augsburg di DFB-Pokal, 28 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Die Fuggerstadter
- 7Prediksi Skor Borussia Dortmund vs Werder Bremen di DFB-Pokal, 28 Oktober 2026: Mampukah BVB Mempertahankan Dominasi?
- 8Prediksi Skor Fulham vs Crystal Palace di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Momentum Kebangkitan Tuan Rumah Diuji
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



