Jakarta

Target Iran Lagi, AS Mulai Kirim Pesawat Militer dan Sistem Patriot ke Timur Tengah

Yusuf Doank | 31 Oktober 2026, 05:11 WIB
Target Iran Lagi, AS Mulai Kirim Pesawat Militer dan Sistem Patriot ke Timur Tengah
Ilustrasi pesawat tempur (Pixabay)

AKURAT JAKARTA — Amerika Serikat (AS) mulai memindahkan armada dan alutsista strategisnya ke Timur Tengah.

Sebanyak 10 pesawat angkut militer AS dilaporkan telah mendarat di pangkalan udara Ovda dan Nevatim di wilayah Negev selatan, Israel.

Mengutip laporan Anadolu, Jumat (30/10/2026), armada militer AS juga dikirim ke sejumlah pangkalan di Yordania, Arab Saudi, dan Qatar sebagai bagian dari persiapan menghadapi potensi eskalasi atau operasi militer terhadap Iran.

Baca Juga: Operasi Badai Kasuari, TNI Sergap Komandan OPM Matius Aisasior di Maybrat Tanpa Perlawanan

Rangkaian pesawat militer tersebut diberangkatkan langsung dari Fort Bliss, Texas—satu di antara pusat pertahanan udara terbesar AS yang membawahi fasilitas rudal pencegat serta sistem pertahanan udara.

Pindahan Sistem Rudal Patriot dan Koordinasi Teluk

Selain pengiriman pesawat angkut, militer AS memindahkan satu unit sistem pertahanan rudal Patriot dari Texas untuk memperkuat perimeter pertahanan udara di kawasan Teluk.

Langkah ini menyusul peringatan resmi dari Washington kepada sejumlah negara Teluk mengenai potensi dilancarkannya operasi militer singkat dan terbatas terhadap Iran dalam waktu dekat.

Meskipun pemerintah AS belum merilis konfirmasi resmi terkait rincian muatan kapal udara maupun kepastian waktu penyerangan, pejabat senior Israel mengonfirmasi koordinasi militer kedua negara berada dalam tingkat tertinggi.

"Israel dan Amerika Serikat berkoordinasi sangat erat. Meskipun belum ada keputusan resmi yang diambil, Amerika dan Israel siap mengeksekusi apa pun keputusan yang dibuat Presiden Donald Trump," ujar pejabat Israel tersebut.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf Doank
Y