Jakarta

Peringati Hari Sumpah Pemuda, Legislator Golkar Judistira Hermawan Ajak Generasi Muda Perkuat Persatuan dan Gotong Royong

Laode Akbar | 30 Oktober 2026, 21:00 WIB
Peringati Hari Sumpah Pemuda, Legislator Golkar Judistira Hermawan Ajak Generasi Muda Perkuat Persatuan dan Gotong Royong
Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta sekaligus Ketua Pansus Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta, Judistira Hermawan

AKURAT JAKARTA – Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Judistira Hermawan, mengajak generasi muda memperkuat persatuan dan menghidupkan kembali semangat gotong royong dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026.

Judistira menilai, generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan arah masa depan bangsa.

Karena itu, semangat Sumpah Pemuda tidak cukup hanya diperingati melalui seremoni tahunan, tetapi perlu diwujudkan melalui karya dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Baca Juga: Legislator Golkar Judistira Hermawan Dorong Truk Sampah Listrik untuk Tekan Biaya BBM dan Emisi

Pesan tersebut disampaikan Judistira bersama pimpinan dan anggota Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta melalui unggahan di akun Instagram pribadinya dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026.

"Perkuat persatuan, kobarkan semangat gotong royong, dan terus berkarya untuk mewujudkan Indonesia yang maju," tutur Judistira dalam unggahannya.

Menurut Judistira, kontribusi generasi muda dapat diwujudkan melalui berbagai bidang, mulai dari pendidikan, ekonomi kreatif, teknologi, hingga kegiatan sosial.

Kreativitas dan inovasi anak muda juga perlu diarahkan untuk menghasilkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Dengan begitu, gagasan yang dimiliki tidak hanya berhenti sebagai ide, tetapi dapat memberikan manfaat secara langsung.

Di tengah perkembangan teknologi dan dinamika dunia kerja, generasi muda juga dituntut terus meningkatkan keterampilan, memperluas wawasan, serta berani menciptakan peluang.

"Dengan kemampuan tersebut, potensi anak muda tidak hanya menjadi modal untuk mengembangkan diri, tetapi juga kekuatan dalam mendorong kemajuan bangsa," tuturnya.

Selain mendorong produktivitas, Judistira turut menekankan pentingnya merawat semangat gotong royong di tengah keberagaman masyarakat.

Perbedaan suku, agama, budaya, dan pandangan tidak seharusnya menjadi sekat yang melemahkan persatuan. Sebaliknya, keberagaman perlu menjadi kekuatan untuk membangun Indonesia yang inklusif.

"Khusus bagi pemuda di Jakarta, semangat persatuan dan gotong royong dapat diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam pembangunan kota, kepedulian terhadap lingkungan, pengembangan kewirausahaan, serta keterlibatan dalam kegiatan sosial yang berdampak langsung bagi warga," tandasnya.

Hari Sumpah Pemuda diperingati setiap 28 Oktober untuk mengenang ikrar bersejarah dalam Kongres Pemuda II pada 1928.

Saat itu, para pemuda dari berbagai latar belakang menyatukan tekad untuk menjunjung satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa Indonesia.

Semangat persatuan tersebut tetap relevan untuk menjawab tantangan zaman. Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi penerus perjuangan, tetapi juga tampil sebagai penggerak perubahan melalui gagasan, kepedulian, dan karya yang bermanfaat bagi masyarakat. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y