Siap Swasembada Pangan, Kementan Percepat LTT Melalui Pelaporan E-Pusluh

AKURAT JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) sebagai langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas pertanian guna mencapai swasembada pangan nasional.
Dalam upaya ini, peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dinilai sangat penting dalam mendukung dan mendampingi petani di seluruh Indonesia.
Mentan Amran menyatakan bahwa para penyuluh memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan dalam pendampingan petani.
Mereka bertugas memberikan edukasi, bimbingan teknis, serta membantu petani dalam mengadopsi teknologi pertanian yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Untuk itu, Kementerian Pertanian (Kementan) mengoptimalkan peran penyuluh melalui sistem pelaporan berbasis teknologi, yaitu E-Pusluh.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menegaskan bahwa keberhasilan program LTT memerlukan sinergi yang kuat antara seluruh pihak di sektor pertanian, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Baca Juga: Sekretaris Fraksi Golkar Andri Santosa Sebut 4 Rute Transjabodetabek Dapat Kurangi Kemacetan Jakarta
Dalam rangka mendukung percepatan swasembada pangan, Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan) telah menggelar rapat koordinasi pada Rabu (26/03/2025), guna membahas optimalisasi pelaporan, koordinasi, dan pendampingan teknis.
Sistem pelaporan melalui aplikasi E-Pusluh berbasis Android menjadi salah satu instrumen utama dalam memantau perkembangan LTT.
Para penyuluh diwajibkan untuk menyampaikan laporan harian maksimal pukul 13.00 WIB, sementara Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) bertanggung jawab melakukan verifikasi laporan maksimal pada pukul 14.00 WIB
. Evaluasi capaian dilakukan setiap bulan oleh koordinator guna meningkatkan akurasi dan efektivitas pelaporan.
Selain pelaporan, penyuluh pertanian juga bertanggung jawab dalam mendampingi petani dalam identifikasi lokasi, luas tanam, serta pengelolaan sarana produksi seperti benih, pupuk, dan pengendalian hama.
Pemerintah juga menekankan pentingnya optimalisasi lahan rawa dan program sawah baru sebagai strategi utama dalam peningkatan produksi padi nasional.
Dengan koordinasi yang intensif dan sistem pelaporan yang terintegrasi, Kementerian Pertanian berharap program LTT dapat berjalan dengan optimal, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta mencapai target swasembada pangan yang berkelanjutan. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Athletic Bilbao vs Getafe di La Liga, 25 Oktober 2026: Mampukah Los Leones Akhiri Tren Negatif?
- 2Prediksi Skor Cagliari vs Bologna di Serie A, 24 Oktober 2026: Siapakah yang Akan Kembali ke Jalur Kemenangan?
- 3Prediksi Skor Atalanta vs Frosinone di Serie A, 25 Oktober 2026: Misi La Dea Menghentikan Kejutan Tim Promosi
- 4Prediksi Skor Genoa vs Venezia di Serie A, 25 Oktober 2026: Mampukah Lagunari Lanjutkan Kejutan?
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Newcastle United di Premier League, 25 Oktober 2026: Mampukah The Eagles Manfaatkan Kerapuhan Pertahanan The Magpies?
- 6Prediksi Skor Real Sociedad vs Levante di La Liga, 26 Oktober 2026: Mampukah La Real Lanjutkan Tren Kemenangan?
- 7Prediksi Skor Hoffenheim vs Bayer Leverkusen di Bundesliga, 25 Oktober 2026: Duel Sengit di PreZero Arena
- 8Prediksi Skor Hull City vs Brentford di Premier League, 25 Oktober 2026: Mampukah The Tigers Hentikan Ketajaman The Bees?
- 9Kekurangan 464 Ribu Guru, CPNS 2027 Buka Peluang bagi Fresh Graduate
- 10Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih






