Jakarta

Ada Taiko hingga Mini Ondel-ondel, Jak-Japan Matsuri 2026 Tawarkan Pengalaman Lintas Budaya

Anggerhana Denni Rahmawati | 26 Oktober 2026, 21:45 WIB
Ada Taiko hingga Mini Ondel-ondel, Jak-Japan Matsuri 2026 Tawarkan Pengalaman Lintas Budaya
Jak-Japan Matsuri 2026 hadirkan Bon Odori hingga JKT48. - jakjapanmatsuri.id

AKURAT JAKARTA - Penggemar budaya Jepang biasanya datang ke festival untuk menikmati musik J-pop, pertunjukan tokusatsu, atau bertemu komunitas sesama penggemar.

Namun, Jak-Japan Matsuri 2026 menawarkan pengalaman yang lebih luas.

Festival ini juga mengajak pengunjung mengenal budaya Indonesia, khususnya Betawi, melalui aktivitas yang mempertemukan tradisi kedua negara.

Digelar pada 31 Oktober hingga 1 November 2026, Jak-Japan Matsuri mengusung tema Indonesia dan Jepang Always Together.

Tahun ini, penyelenggara ingin menjadikan festival bukan hanya panggung hiburan, tetapi juga ruang bagi masyarakat Indonesia dan Jepang untuk saling mengenal kebudayaan masing-masing.

Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Atsushi Ueno, mengatakan budaya tradisional kedua negara akan mendapat perhatian lebih besar dalam penyelenggaraan tahun ini.

"Kami ingin memperkenalkan tidak hanya budaya tradisional Jepang, tetapi juga budaya tradisional Indonesia," kata Ueno dalam konferensi pers Jak-Japan Matsuri 2026, Senin (26/10/2026).

Budaya Betawi Ikut Diperkenalkan kepada Warga Jepang

Salah satu hal yang menarik dari festival ini adalah kehadiran aktivitas budaya Indonesia.

Pengunjung dapat mengenal batik dan mencoba membuat mini ondel-ondel, ikon budaya Betawi yang lekat dengan Jakarta.

Baca Juga: AFC Resmi Rilis Jadwal Piala Asia 2027: Timnas Indonesia Main Sore Dua Kali, Lawan Siapa Saja?

Pilihan tersebut bukan tanpa alasan.

Penyelenggara ingin memperkenalkan kebudayaan lokal kepada warga Jepang yang tinggal di ibu kota agar mereka lebih dekat dengan lingkungan tempat tinggalnya.

Di sisi lain, pengunjung Indonesia juga dapat mengenal tradisi Jepang melalui permainan igo dan karuta, pertunjukan tari tradisional, serta Bon Odori, tarian yang dilakukan bersama-sama.

Dengan menghadirkan aktivitas yang bisa dicoba secara langsung, pengunjung tidak hanya menjadi penonton.

Mereka berkesempatan mengenal tradisi melalui pengalaman, percakapan, dan interaksi dengan orang-orang dari latar budaya berbeda.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.