Jakarta

Hampir Dua Bulan Belajar dari Rumah, Siswa Palangka Raya Menanti Kabut Asap Berakhir

Anggerhana Denni Rahmawati | 26 Oktober 2026, 21:15 WIB
Hampir Dua Bulan Belajar dari Rumah, Siswa Palangka Raya Menanti Kabut Asap Berakhir
Ilustrasi kabut asap yang belum juga reda.

AKURAT JAKARTA - Sudah hampir dua bulan siswa di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kegiatan belajar di rumah yang terus diperpanjang bukan hanya mengubah rutinitas sekolah, tetapi juga membatasi kesempatan anak untuk bermain dan berinteraksi dengan teman-temannya.

Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya kembali memperpanjang PJJ bagi siswa PAUD, SD, dan SMP pada 26–28 Oktober 2026.

Keputusan tersebut diambil setelah pemantauan kualitas udara pada 22–25 Oktober menunjukkan kondisi yang masih berada dalam kategori berbahaya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Kota Palangka Raya Jayani mengatakan keselamatan peserta didik menjadi pertimbangan utama dalam kebijakan tersebut.

“Kami mengutamakan kesehatan dan keselamatan anak-anak. Karena itu, pembelajaran jarak jauh menjadi langkah yang perlu dilakukan sementara waktu sampai kondisi kualitas udara memungkinkan untuk kegiatan belajar mengajar secara tatap muka,” ujarnya.

Bukan Hanya Pelajaran, Interaksi Sosial Anak Ikut Terdampak

PJJ menjadi langkah perlindungan agar anak-anak tidak terpapar kabut asap saat beraktivitas di sekolah.

Namun, ketika pembelajaran dari rumah berlangsung selama berminggu-minggu, anak juga harus beradaptasi dengan berkurangnya aktivitas di luar rumah.

Bagi siswa, sekolah bukan sekadar tempat mengikuti pelajaran.

Baca Juga: Dukung Prof Waryono, Makom Albab DKI Dorong Penguatan Sinergi Alumni dan Pesantren

Lingkungan sekolah juga menjadi ruang untuk bermain, berkomunikasi, bekerja sama, dan membangun pertemanan.

Ketika kegiatan tatap muka terhenti dalam waktu lama, kesempatan untuk melakukan aktivitas tersebut ikut berkurang.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua.

Selain mendampingi anak mengikuti pembelajaran, mereka perlu membantu menjaga rutinitas dan membuat anak tetap terlibat dalam kegiatan sehari-hari agar tidak mudah jenuh.

Dika, orang tua murid SD di Palangka Raya, menyambut baik perpanjangan PJJ karena menilai kebijakan tersebut membantu melindungi anak dari risiko paparan asap yang dapat mengganggu kesehatan, terutama pernapasan.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.