Hampir Dua Bulan Belajar dari Rumah, Siswa Palangka Raya Menanti Kabut Asap Berakhir

AKURAT JAKARTA - Sudah hampir dua bulan siswa di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kegiatan belajar di rumah yang terus diperpanjang bukan hanya mengubah rutinitas sekolah, tetapi juga membatasi kesempatan anak untuk bermain dan berinteraksi dengan teman-temannya.
Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya kembali memperpanjang PJJ bagi siswa PAUD, SD, dan SMP pada 26–28 Oktober 2026.
Keputusan tersebut diambil setelah pemantauan kualitas udara pada 22–25 Oktober menunjukkan kondisi yang masih berada dalam kategori berbahaya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Kota Palangka Raya Jayani mengatakan keselamatan peserta didik menjadi pertimbangan utama dalam kebijakan tersebut.
“Kami mengutamakan kesehatan dan keselamatan anak-anak. Karena itu, pembelajaran jarak jauh menjadi langkah yang perlu dilakukan sementara waktu sampai kondisi kualitas udara memungkinkan untuk kegiatan belajar mengajar secara tatap muka,” ujarnya.
Bukan Hanya Pelajaran, Interaksi Sosial Anak Ikut Terdampak
PJJ menjadi langkah perlindungan agar anak-anak tidak terpapar kabut asap saat beraktivitas di sekolah.
Namun, ketika pembelajaran dari rumah berlangsung selama berminggu-minggu, anak juga harus beradaptasi dengan berkurangnya aktivitas di luar rumah.
Bagi siswa, sekolah bukan sekadar tempat mengikuti pelajaran.
Baca Juga: Dukung Prof Waryono, Makom Albab DKI Dorong Penguatan Sinergi Alumni dan Pesantren
Lingkungan sekolah juga menjadi ruang untuk bermain, berkomunikasi, bekerja sama, dan membangun pertemanan.
Ketika kegiatan tatap muka terhenti dalam waktu lama, kesempatan untuk melakukan aktivitas tersebut ikut berkurang.
Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua.
Selain mendampingi anak mengikuti pembelajaran, mereka perlu membantu menjaga rutinitas dan membuat anak tetap terlibat dalam kegiatan sehari-hari agar tidak mudah jenuh.
Dika, orang tua murid SD di Palangka Raya, menyambut baik perpanjangan PJJ karena menilai kebijakan tersebut membantu melindungi anak dari risiko paparan asap yang dapat mengganggu kesehatan, terutama pernapasan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Athletic Bilbao vs Getafe di La Liga, 25 Oktober 2026: Mampukah Los Leones Akhiri Tren Negatif?
- 2Prediksi Skor Cagliari vs Bologna di Serie A, 24 Oktober 2026: Siapakah yang Akan Kembali ke Jalur Kemenangan?
- 3Prediksi Skor Atalanta vs Frosinone di Serie A, 25 Oktober 2026: Misi La Dea Menghentikan Kejutan Tim Promosi
- 4Prediksi Skor Genoa vs Venezia di Serie A, 25 Oktober 2026: Mampukah Lagunari Lanjutkan Kejutan?
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Newcastle United di Premier League, 25 Oktober 2026: Mampukah The Eagles Manfaatkan Kerapuhan Pertahanan The Magpies?
- 6Prediksi Skor Alaves vs Malaga di La Liga, 24 Oktober 2026: Misi Bangkit Tuan Rumah di Tengah Ancaman Zona Bawah
- 7Prediksi Skor Torino vs AC Monza di Serie A, 24 Oktober 2026: Mampukah Il Toro Lanjutkan Tren Positif?
- 8Prediksi Skor Real Sociedad vs Levante di La Liga, 26 Oktober 2026: Mampukah La Real Lanjutkan Tren Kemenangan?
- 9Kekurangan 464 Ribu Guru, CPNS 2027 Buka Peluang bagi Fresh Graduate
- 10Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih






