Jakarta

Pemkab Tangerang Bakal Bangun 45 Asrama Pesantren pada Tahun 2025, Bupati Maesyal: Pengembangan dari Program Sanitren Era Sebelumnya

Sastra Yudha | 19 Juni 2025, 13:04 WIB
Pemkab Tangerang Bakal Bangun 45 Asrama Pesantren pada Tahun 2025, Bupati Maesyal: Pengembangan dari Program Sanitren Era Sebelumnya

AKURAT JAKARTA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang telah meluncurkan program penyediaan Asrama Pondok Pesantren (Aspontren).

Program ini sebagai upaya Pemkab Tangerang dalam memberikan kebutuhan hunian yang layak, sehat, dan manusiawi bagi para santri di daerah itu.

Program Aspontren ini merupakan bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Tangerang 2025–2030.

Baca Juga: Terjebak Kebakaran, Seorang Wanita di Jaksel Tewas di dalam Rumah Sendiri saat Mati Lampu

Selama lima tahun, Pemkab Tangerang menargetkan kurang lebih pembangunan 700 asrama di 700 pondok pesantren di wilayah Kabupaten Tangerang.

Pada tahap awal, sebanyak 45 unit asrama akan dibangun pada tahun 2025 ini. Selanjutnya, akan dilaksanakan secara bertahap, hingga mencapai target penuh.

Saat sambutan pada acara Launching Aspontren, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menjelaskan bahwa program Aspontren tidak hanya menghadirkan sarana sanitasi yang memadai, tetapi juga menjawab kebutuhan akan hunian yang layak, sehat, dan manusiawi bagi para santri.

Ini merupakan bagian penting dalam mendukung kenyamanan belajar sekaligus peningkatan mutu pendidikan pesantren secara menyeluruh.

“Aspontren merupakan program kelanjutan dan pengembangan dari program Sanitren (Sanitasi Pesantren) yang dijalankan sebelumnya," katanya.

Di era kepemimpinan Bupati Ahmed Zaki Iskandar, Pemkab Tangerang telah berhasil membangun lebih dari 700 unit sanitasi di berbagai pondok pesantren se-Kabupaten Tangerang.

Baca Juga: Legislator Golkar Minta Pemprov Prioritaskan Pembangunan Puskesmas di 15 Kelurahan di Jakarta

Maesyal menambahkan, Program Aspontren ini merupakan salah satu wujud komitmen Pemkab Tangerang dalam mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya di bidang pendidikan yang inklusif, kesehatan lingkungan, dan penyediaan infrastruktur dasar.

“Ini adalah bukti nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap penguatan peran pesantren, tidak hanya sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai pusat pembangunan karakter dan akhlak generasi muda,” ujarnya.

Bupati Maesyal juga minta agar semua pihak bersama-sama berkolaborasi dan mendukung pelaksanaan Aspontren, dalam rangka mewujudkan pesantren yang unggul, bersih, sehat, dan berdaya saing.

Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Daerah I Bidang Kesejahteraan dan Kesra Pemkab Tangerang, Firzada Mahali, mengatakan bahwa pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan tertua di Indonesia.

Pondok pesantren tidak hanya mendidik ilmu agama, tetapi juga membentuk karakter santri yang disiplin dan mandiri.

Baca Juga: Prediksi Skor Palmeiras vs Al Ahly di Piala Dunia Antarklub, 19 Juni 2025: Laga Penentu di MetLife Stadium

“Banyak pondok pesantren yang masih memiliki keterbatasan, terutama dalam hal tempat tinggal santri. Kondisi asrama yang tidak memenuhi standar kesehatan dan kelayakan berdampak pada kenyamanan dan kualitas pembelajaran maka dengan program Aspontren ini diharapkan bisa menjadi solusi konkrit,” ucap Firzada.

Diketahui, jumlah Pondok Pesantren di Kabupaten Tangerang yang terdaftar saat ini mencapai 981 Lembaga, terdiri dari pontren salafi dan modern. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.