Jakarta

Bagi Gen Z, Liburan Bukan Lagi Sekadar Hiburan, tetapi Bagian dari Prioritas Hidup

Anggerhana Denni Rahmawati | 25 Oktober 2026, 20:45 WIB
Bagi Gen Z, Liburan Bukan Lagi Sekadar Hiburan, tetapi Bagian dari Prioritas Hidup
Gen Z rela pilih pekerjaan dengan tunjangan lebih sedikit demi bisa traveling. - Magnific

AKURAT JAKARTA - Bagi sebagian Generasi Z (Gen Z), pekerjaan dengan gaji dan tunjangan besar bukan satu-satunya ukuran kehidupan yang ideal.

Kesempatan untuk bepergian, menikmati pengalaman baru, dan memiliki waktu untuk diri sendiri juga mulai masuk dalam pertimbangan ketika menentukan pilihan hidup.

Fenomena ini terlihat dari survei American Express Travel 2026 yang menunjukkan bahwa 74 persen responden milenial dan Gen Z menganggap perjalanan sebagai pengeluaran yang tidak bisa ditawar.

Bahkan, 64 persen bersedia menerima pekerjaan dengan tunjangan lebih sedikit jika pekerjaan tersebut menawarkan fleksibilitas lebih besar untuk bepergian.

Angka tersebut memperlihatkan adanya perubahan prioritas di kalangan anak muda.

Traveling tidak lagi dipandang semata-mata sebagai hadiah setelah bekerja keras, tetapi juga sebagai bagian dari pengalaman hidup yang ingin mereka dapatkan.

Ketika fleksibilitas lebih menarik daripada tunjangan

Keputusan menerima pekerjaan dengan tunjangan lebih sedikit demi kesempatan traveling menunjukkan bahwa sebagian anak muda mempertimbangkan hal lain di luar keuntungan finansial.

Fleksibilitas waktu dapat menjadi daya tarik tersendiri.

Kesempatan mengatur jadwal, mengambil cuti, atau bepergian tanpa terlalu terikat rutinitas memungkinkan mereka menyeimbangkan pekerjaan dengan kebutuhan pribadi.

Baca Juga: Bakteri Kimchi Tingkatkan Pembuangan Nanoplastik pada Tikus, Bagaimana dengan Manusia?

Namun, data tersebut tidak berarti Gen Z tidak lagi memedulikan uang.

Justru, keinginan bepergian membuat mereka perlu menyusun prioritas pengeluaran dengan lebih cermat.

Laporan Europe Travel Insights 2026 dari TGM Research menemukan bahwa 38 persen responden berusia 18–24 tahun memperkirakan anggaran perjalanan utama mereka pada musim panas 2026 berada di kisaran 500–1.000 euro atau sekitar Rp10,1 juta–Rp20,2 juta per orang.

Anggaran ini menunjukkan bahwa traveling tetap membutuhkan perencanaan.

Pilihan destinasi, durasi perjalanan, transportasi, hingga penginapan harus disesuaikan dengan kemampuan finansial agar liburan tidak justru menimbulkan masalah setelah pulang.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.