Bagi Gen Z, Liburan Bukan Lagi Sekadar Hiburan, tetapi Bagian dari Prioritas Hidup

AKURAT JAKARTA - Bagi sebagian Generasi Z (Gen Z), pekerjaan dengan gaji dan tunjangan besar bukan satu-satunya ukuran kehidupan yang ideal.
Kesempatan untuk bepergian, menikmati pengalaman baru, dan memiliki waktu untuk diri sendiri juga mulai masuk dalam pertimbangan ketika menentukan pilihan hidup.
Fenomena ini terlihat dari survei American Express Travel 2026 yang menunjukkan bahwa 74 persen responden milenial dan Gen Z menganggap perjalanan sebagai pengeluaran yang tidak bisa ditawar.
Bahkan, 64 persen bersedia menerima pekerjaan dengan tunjangan lebih sedikit jika pekerjaan tersebut menawarkan fleksibilitas lebih besar untuk bepergian.
Angka tersebut memperlihatkan adanya perubahan prioritas di kalangan anak muda.
Traveling tidak lagi dipandang semata-mata sebagai hadiah setelah bekerja keras, tetapi juga sebagai bagian dari pengalaman hidup yang ingin mereka dapatkan.
Ketika fleksibilitas lebih menarik daripada tunjangan
Keputusan menerima pekerjaan dengan tunjangan lebih sedikit demi kesempatan traveling menunjukkan bahwa sebagian anak muda mempertimbangkan hal lain di luar keuntungan finansial.
Fleksibilitas waktu dapat menjadi daya tarik tersendiri.
Kesempatan mengatur jadwal, mengambil cuti, atau bepergian tanpa terlalu terikat rutinitas memungkinkan mereka menyeimbangkan pekerjaan dengan kebutuhan pribadi.
Baca Juga: Bakteri Kimchi Tingkatkan Pembuangan Nanoplastik pada Tikus, Bagaimana dengan Manusia?
Namun, data tersebut tidak berarti Gen Z tidak lagi memedulikan uang.
Justru, keinginan bepergian membuat mereka perlu menyusun prioritas pengeluaran dengan lebih cermat.
Laporan Europe Travel Insights 2026 dari TGM Research menemukan bahwa 38 persen responden berusia 18–24 tahun memperkirakan anggaran perjalanan utama mereka pada musim panas 2026 berada di kisaran 500–1.000 euro atau sekitar Rp10,1 juta–Rp20,2 juta per orang.
Anggaran ini menunjukkan bahwa traveling tetap membutuhkan perencanaan.
Pilihan destinasi, durasi perjalanan, transportasi, hingga penginapan harus disesuaikan dengan kemampuan finansial agar liburan tidak justru menimbulkan masalah setelah pulang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs NEC Nijmegen di UEL, 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Beruntun
- 2Prediksi Skor Athletic Bilbao vs Getafe di La Liga, 25 Oktober 2026: Mampukah Los Leones Akhiri Tren Negatif?
- 3Prediksi Skor Cagliari vs Bologna di Serie A, 24 Oktober 2026: Siapakah yang Akan Kembali ke Jalur Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Atalanta vs Frosinone di Serie A, 25 Oktober 2026: Misi La Dea Menghentikan Kejutan Tim Promosi
- 5Prediksi Skor Genoa vs Venezia di Serie A, 25 Oktober 2026: Mampukah Lagunari Lanjutkan Kejutan?
- 6Prediksi Skor Crystal Palace vs Newcastle United di Premier League, 25 Oktober 2026: Mampukah The Eagles Manfaatkan Kerapuhan Pertahanan The Magpies?
- 7Prediksi Skor Alaves vs Malaga di La Liga, 24 Oktober 2026: Misi Bangkit Tuan Rumah di Tengah Ancaman Zona Bawah
- 8Prediksi Skor Torino vs AC Monza di Serie A, 24 Oktober 2026: Mampukah Il Toro Lanjutkan Tren Positif?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







