Jakarta

Tinjau SDN Kedung Dalam 2 yang Atapnya Roboh Timpa Murid dan Guru, Bupati Maesyal: Rehabilitasi Bangunan Paling Telat Oktober 2025

Sastra Yudha | 14 Agustus 2025, 09:18 WIB
Tinjau SDN Kedung Dalam 2 yang Atapnya Roboh Timpa Murid dan Guru, Bupati Maesyal: Rehabilitasi Bangunan Paling Telat Oktober 2025

AKURAT JAKARTA - Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid, langsung meninjau SDN Kedung Dalam 2, Kecamatan Mauk, yang atapnya roboh dan timpa murid dan guru yang sedang proses belajar - mengajar.

Peristiwa tersebut terjadi pada hari Rabu (13/8/2025) sekitar pukul 09.30 WIB. Robohnya atap sekolah disebabkan hujan deras yang disertai angin selama tiga hari berturut-turut.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Maesyal menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang akan segera merehabilitasi bangunan SDN Kedung Dalam 2 yang atapnya roboh tersebut.

Baca Juga: Biar Liburan Makin Seru, Simak Persiapan Wajib ke Flona 2025 Berikut ini

"Sebagai informasi, SDN Kedung Dalam 2 ini telah masuk dalam daftar rencana rehabilitasi bangunan sekolah, insya Allah akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2025," ujar Bupati yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan.

Diungkapkan Bupati Maesyal, sebenarnya proses perbaikan fisik bangunan SDN Kedung Dalam 2 ini telah direncanakan sebelumnya.

"Rehabilitasi ini sebagai bagian dari program pemeliharaan infrastruktur pendidikan," ujar Bupati yang akrab disapa Rudi Maesyal ini.

Menurut Bupati Maesyal, robohnya dua atap SDN Kedung Dalam 2 diakibatkan oleh hujan deras disertai angin yang terjadi selama tiga hari berturut-turut.

"Peristiwa ini terjadi setelah wilayah tersebut mengalami hujan angin selama tiga hari berturut-turut, yang menyebabkan struktur bangunan mengalami penurunan kekuatan," ungkapnya.

Lebih lanjut, Bupati Maesyal mengatakan, Pemkab Tangerang melalui Dinas Pendidikan juga telah menurunkan tim teknis untuk meninjau lokasi serta melakukan asesmen terhadap kondisi bangunan secara menyeluruh.

Baca Juga: Pencari Kerja Merapat, Jakarta Jobfest 2025 Buka 2.000 Lowongan dari 40 Perusahaan, Simak Infonya di Sini

Pemkab Tangerang juga gerak cepat berupaya menggandeng pihak swasta melalui pemanfaatan program CSR untuk bersama-sama membangun gedung SDN Kedung Dalam 2 yang roboh.

"Langkah-langkah penanganan selanjutnya akan dilakukan sesuai hasil evaluasi teknis. Kita semua berharap pembangunan kembali SDN Kedung Dalam 2 ini benar-benar sesuai dengan hasil evaluasi," tandasnya.

Bupati Maesyal menegaskan, proses rehabilitasi bangunan SDN Kedung Dalam 2 ditargetkan akan selesai pada tahun 2025 ini.

"(Rehabilitasi) ini segera dapat dilaksanakan, agar anak-anak ini dapat kembali sekolah dengan nyaman dan aman," imbuhnya.

Baca Juga: Prediksi Skor Midtjylland vs Fredrikstad di Kualifikasi UEL, 14 Agustus 2025: Wolves Siap Amankan Tiket Playoff

Kunjungi Korban di Rumah Sakit Sari Asih Tangerang

Selain meninjau atap sekolah yang roboh, Bupati Tangerang juga mengunjungi Rumah Sakit Sari Asih Tangerang, tempat murid dan guru dirawat.

Bupati mengapresiasi Dinas Pendidikan dan pihak sekolah, yang telah mengambil langkah penanganan cepat untuk memastikan keamanan para siswa dan guru.

Korban luka-luka akibat tertimpa atap yang roboh, langsung dibawa ke Rumah Sakit agar ditangani secara cepat dan menyeluruh.

"Alhamdulillah langsung ditangani oleh para dokternya yang ada di ruang emergency, langsung diinfus dan nanti akan didiagnosa selama beberapa waktu di sini," ungkapnya.

Bupati Maesyal juga meminta pihak rumah sakit agar terus merawat dan memantau perkembangan dua anak korban runtuhnya atap dengan maksimal.

"Walaupun menurut dokter harus dirawat dulu, nanti orang tuanya juga sudah di sini dan gurunya juga hadir di sini mendampingi anak-anak," jelasnya.

Baca Juga: Bukan Sekadar Seremoni, Begini Susunan Lengkap Upacara Hari Pramuka

Para orang tua juga dihimbau untuk lebih sabar dan terus memberikan semangat dan menyerahkan sepenuhnya perawatannya kepada pihak rumah sakit.

"Jadi kami dari Pemda sengaja mengunjungi dan melihat secara langsung perkembangannya di sini. Nanti mereka dirawat di sini. Tidak usah mikirin apa-apa, yang penting mereka bisa dirawat bisa di-scan dan mendapatkan hasilnya," imbaunya.

Untuk kegiatan belajar mengajar, Dinas Pendidikan dan pihak SDN Kedung Dalam 2 sudah memindahkan ruangan belajar ke ruang lain yang masih aman dan layak digunakan.

"Kami mengapresiasi respons cepat dari pihak sekolah dan masyarakat sekitar, serta mengimbau semua satuan pendidikan untuk tetap waspada terhadap dampak cuaca yang tidak menentu," pungkasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.