Jakarta

Hunter’s Moon Muncul 26 Oktober, Bukan Cuma Indah, Warga Pesisir Perlu Waspada

Anggerhana Denni Rahmawati | 25 Oktober 2026, 21:17 WIB
Hunter’s Moon Muncul 26 Oktober, Bukan Cuma Indah, Warga Pesisir Perlu Waspada
Ilustrasi Hunter’s Moon. - BMKG

AKURAT JAKARTA - Langit malam 26 Oktober 2026 akan dihiasi Hunter’s Moon atau Bulan Pemburu, fenomena Bulan purnama yang memiliki sejarah unik dalam tradisi masyarakat Amerika.

Namun, di balik keindahannya, ada hal lain yang perlu diperhatikan, terutama oleh masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir.

Fenomena ini tidak memiliki perbedaan fisik dengan Bulan purnama biasa.

Meski demikian, posisi Matahari, Bumi, dan Bulan yang berkaitan dengan fase purnama dapat memicu pasang purnama, sehingga permukaan air laut berpotensi mencapai ketinggian yang lebih besar dari biasanya.

Karena itu, Hunter’s Moon bukan hanya menarik untuk diamati, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya memperhatikan kondisi laut ketika fenomena purnama berlangsung.

Dari tradisi berburu hingga fenomena astronomi

Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa Hunter’s Moon merupakan istilah tradisional untuk Bulan purnama yang muncul setelah Harvest Moon, biasanya pada Oktober.

"Fenomena Hunter's Moon tidak memiliki perbedaan fisik dengan bulan purnama biasa, tetapi memiliki latar belakang budaya dan karakteristik unik," kata Ayu di Jakarta (23/10/2026), dikutip dari BMKG.

Nama Hunter’s Moon berkaitan dengan tradisi masyarakat asli Amerika, termasuk suku Algonquian, serta pemukim awal Eropa.

Jika Harvest Moon menandai masa panen, Hunter’s Moon dikaitkan dengan periode berburu untuk mengumpulkan persediaan makanan menjelang musim dingin.

Baca Juga: Bagi Gen Z, Liburan Bukan Lagi Sekadar Hiburan, tetapi Bagian dari Prioritas Hidup

Setelah ladang dipanen, hewan seperti rusa dan rubah dapat mendatangi area tersebut untuk mencari sisa hasil panen.

Cahaya Bulan purnama membantu pemburu melihat lingkungan sekitar dan melacak hewan buruan.

Tradisi tersebut memperlihatkan bagaimana masyarakat pada masa lalu menghubungkan perubahan alam dengan kebutuhan hidup sehari-hari.

Kini, nama Hunter’s Moon lebih dikenal sebagai bagian dari warisan budaya dan pengetahuan astronomi.

Kapan waktu terbaik melihat Hunter’s Moon?

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.