Jakarta

Gunung Semeru Erupsi Luncurkan Awan Panas 7 Kilometer, BPBD Lumajang Kerahkan TRC

Ainun Kusumaningrum | 19 November 2025, 20:41 WIB
Gunung Semeru Erupsi Luncurkan Awan Panas 7 Kilometer, BPBD Lumajang Kerahkan TRC

AKURAT JAKARTA - Gunung Semeru, yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Rabu (19/11/2025) pukul 16.00 WIB.

Letusan dengan tinggi mencapai 2.000 meter di atas puncak tersebut disertai luncuran awan panas hingga sejauh 7 kilometer.

Menanggapi peningkatan aktivitas vulkanik ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang segera menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke sejumlah lokasi terdampak.

Baca Juga: Godok Raperda Penataan Wilayah Jakarta, Legislator Golkar Dadiyono Dorong Fokus Perbaiki Kualitas Layanan Publik

Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, menyatakan pengerahan TRC bertujuan untuk mengimbau dan mengevakuasi warga yang tinggal di wilayah rawan terdampak luncuran awan panas.

"Kami mengerahkan TRC untuk memberikan imbauan kepada masyarakat yang tinggal di wilayah rawan luncuran awan panas agar segera mengamankan diri dan mengevakuasi secara mandiri," kata Isnugroho.

Aktivitas vulkanik Semeru dilaporkan terus meningkat. Luncuran awan panas dikabarkan mencapai lebih dari 10 kilometer dan telah melewati jembatan Gladak Perak.

Itu menyebabkan akses jembatan tersebut tidak dapat dilalui sementara karena tertutup material vulkanik.

Baca Juga: Densus 88 Tangkap 5 Tersangka Perekrut Anak Masuk Kelompok Terorisme, Modusnya Mencengangkan

Fokus Lokasi Rawan dan Batas Waktu Waspada
Berdasarkan laporan yang diterima BPBD, intensitas luncuran awan panas terus meningkat dalam waktu singkat, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan.

Personel TRC dikerahkan dan difokuskan di beberapa lokasi rawan, yakni Desa Sumberwuluh, Curah Kobokan, Kamar Kajang, dan Supiturang.

"BPBD melalui TRC meluncur ke sana untuk membantu memberikan imbauan kepada warga masyarakat, untuk sementara mengungsi dulu mencari titik aman," tambahnya.

Warga diimbau untuk tetap waspada dan tidak berada di zona bahaya hingga situasi benar-benar dinyatakan aman.

Isnugroho menyarankan warga mengamankan diri setidaknya hingga pukul 21.00 WIB, dan jika situasi sudah kondusif, baru diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing.

Mengingat kondisi di area puncak masih tertutup kabut, BPBD Lumajang mengimbau masyarakat agar tetap mengikuti arahan petugas dan tidak melakukan aktivitas di sekitar aliran sungai yang berhulu di Semeru, mengingat tingginya potensi awan panas dan banjir lahar dingin. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.