Jaga Stabilitas Ramadhan, Pemerintah Kucurkan Bansos Pangan Rp 17,5 Triliun

AKURAT JAKARTA — Pemerintah resmi mengalokasikan anggaran fantastis senilai Rp 17,5 triliun untuk program bantuan sosial (bansos) pangan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H.
Kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis untuk memperkuat daya beli masyarakat serta menjamin ketersediaan kebutuhan pokok bagi kelompok rentan selama momentum hari besar keagamaan tahun 2026.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menjelaskan bahwa dana jumbo tersebut akan disalurkan melalui berbagai skema perlindungan sosial.
Baca Juga: Fraksi Golkar Nilai Raperda Sistem Pangan Daerah Belum Kuat, Soroti Celah Pengaturan CPPD
Selain bantuan reguler seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT/Sembako), pemerintah juga menyiapkan bantuan adaptif untuk merespons kebutuhan mendesak di lapangan.
"Anggaran ini disiapkan agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi, terutama bagi sekitar 18 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh pelosok tanah air," kata Saifullah Yusuf dalam keterangannya, Jumat (13/2/2026).
Bantalan Ekonomi di Tengah Hari Raya Penyaluran bansos ini diharapkan menjadi "bantalan sosial" yang efektif di tengah potensi kenaikan harga bahan pokok yang lazim terjadi menjelang Lebaran.
Baca Juga: Garuda Muda Masuk Grup Neraka, Indonesia, Jepang, China, dan Qatar di Piala Asia U-17 2026
Dengan terjaganya konsumsi rumah tangga, pemerintah optimis stabilitas ekonomi nasional akan tetap kokoh selama periode puncak aktivitas ekonomi tersebut.
Tak hanya bantuan berupa uang tunai, paket stimulus pangan juga mencakup distribusi beras dan minyak goreng secara masif bagi keluarga berpenghasilan rendah. Langkah ini bertujuan langsung untuk mengintervensi pasar dan menekan dampak inflasi pangan di tingkat konsumen.
Target Sasaran Tepat Guna Pemerintah menargetkan puluhan juta keluarga dapat merasakan manfaat dari stimulus ekonomi nasional ini.
Fokus utama penyaluran tetap pada akurasi data agar bantuan benar-benar sampai ke tangan mereka yang membutuhkan, sehingga tidak ada warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan gizi keluarga saat menjalankan ibadah puasa dan menyambut hari kemenangan.
Sinergi antar-kementerian dan lembaga terus dimatangkan guna memastikan proses distribusi berjalan lancar sebelum memasuki awal Ramadhan.
Bagi pemerintah, keberhasilan program ini bukan sekadar angka serapan anggaran, melainkan wujud kehadiran negara dalam meringankan beban ekonomi rakyat di momen-momen sakral keagamaan. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Athletic Bilbao vs Getafe di La Liga, 25 Oktober 2026: Mampukah Los Leones Akhiri Tren Negatif?
- 2Prediksi Skor Cagliari vs Bologna di Serie A, 24 Oktober 2026: Siapakah yang Akan Kembali ke Jalur Kemenangan?
- 3Prediksi Skor Atalanta vs Frosinone di Serie A, 25 Oktober 2026: Misi La Dea Menghentikan Kejutan Tim Promosi
- 4Prediksi Skor Genoa vs Venezia di Serie A, 25 Oktober 2026: Mampukah Lagunari Lanjutkan Kejutan?
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Newcastle United di Premier League, 25 Oktober 2026: Mampukah The Eagles Manfaatkan Kerapuhan Pertahanan The Magpies?
- 6Prediksi Skor Alaves vs Malaga di La Liga, 24 Oktober 2026: Misi Bangkit Tuan Rumah di Tengah Ancaman Zona Bawah
- 7Prediksi Skor Torino vs AC Monza di Serie A, 24 Oktober 2026: Mampukah Il Toro Lanjutkan Tren Positif?
- 8Prediksi Skor Real Sociedad vs Levante di La Liga, 26 Oktober 2026: Mampukah La Real Lanjutkan Tren Kemenangan?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!








