Jakarta

Jaga Stabilitas Ramadhan, Pemerintah Kucurkan Bansos Pangan Rp 17,5 Triliun

Yusuf Doank | 14 Februari 2026, 08:16 WIB
Jaga Stabilitas Ramadhan, Pemerintah Kucurkan Bansos Pangan Rp 17,5 Triliun

AKURAT JAKARTA — Pemerintah resmi mengalokasikan anggaran fantastis senilai Rp 17,5 triliun untuk program bantuan sosial (bansos) pangan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H.

Kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis untuk memperkuat daya beli masyarakat serta menjamin ketersediaan kebutuhan pokok bagi kelompok rentan selama momentum hari besar keagamaan tahun 2026.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menjelaskan bahwa dana jumbo tersebut akan disalurkan melalui berbagai skema perlindungan sosial.

Baca Juga: Fraksi Golkar Nilai Raperda Sistem Pangan Daerah Belum Kuat, Soroti Celah Pengaturan CPPD

Selain bantuan reguler seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT/Sembako), pemerintah juga menyiapkan bantuan adaptif untuk merespons kebutuhan mendesak di lapangan.

"Anggaran ini disiapkan agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi, terutama bagi sekitar 18 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh pelosok tanah air," kata Saifullah Yusuf dalam keterangannya, Jumat (13/2/2026).

Bantalan Ekonomi di Tengah Hari Raya Penyaluran bansos ini diharapkan menjadi "bantalan sosial" yang efektif di tengah potensi kenaikan harga bahan pokok yang lazim terjadi menjelang Lebaran.

Baca Juga: Garuda Muda Masuk Grup Neraka, Indonesia, Jepang, China, dan Qatar di Piala Asia U-17 2026

Dengan terjaganya konsumsi rumah tangga, pemerintah optimis stabilitas ekonomi nasional akan tetap kokoh selama periode puncak aktivitas ekonomi tersebut.

Tak hanya bantuan berupa uang tunai, paket stimulus pangan juga mencakup distribusi beras dan minyak goreng secara masif bagi keluarga berpenghasilan rendah. Langkah ini bertujuan langsung untuk mengintervensi pasar dan menekan dampak inflasi pangan di tingkat konsumen.

Target Sasaran Tepat Guna Pemerintah menargetkan puluhan juta keluarga dapat merasakan manfaat dari stimulus ekonomi nasional ini.

Fokus utama penyaluran tetap pada akurasi data agar bantuan benar-benar sampai ke tangan mereka yang membutuhkan, sehingga tidak ada warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan gizi keluarga saat menjalankan ibadah puasa dan menyambut hari kemenangan.

Sinergi antar-kementerian dan lembaga terus dimatangkan guna memastikan proses distribusi berjalan lancar sebelum memasuki awal Ramadhan.

Bagi pemerintah, keberhasilan program ini bukan sekadar angka serapan anggaran, melainkan wujud kehadiran negara dalam meringankan beban ekonomi rakyat di momen-momen sakral keagamaan. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf Doank
Y