Harap Dicatat, Nomor Darurat yang Harus Dicatat Jamaah Haji Selama di Tanah Suci

AKURAT JAKARTA — Jamaah haji diimbau untuk menyimpan daftar nomor darurat guna mengantisipasi berbagai kendala di lapangan.
Mulai dari kondisi medis mendesak hingga risiko terpisah dari rombongan.
Menteri Haji dan Umrah, Moch Irfan Yusuf, menegaskan bahwa seluruh tahapan operasional haji saat ini berjalan sesuai rencana.
Baca Juga: Sejumlah Wilayah Jakarta Alami Gangguan Listrik, PLN Upayakan Pemulihan Cepat
Pemerintah berkomitmen memastikan layanan bagi para jemaah, baik di embarkasi maupun saat berada di Arab Saudi, berjalan secara optimal.
"Seluruh tahapan operasional haji berjalan sesuai rencana. Insya Allah, keberangkatan jemaah dimulai tepat waktu, dan seluruh layanan telah kami siapkan dengan optimal," kata Irfan Yusuf dalam keterangannya, Kamis (23/4/2026).
Berdasarkan jadwal operasional, jemaah mulai memasuki asrama haji pada 21 April 2026, dengan jadwal keberangkatan bertahap hingga 21 Mei 2026.
Sementara itu, puncak ibadah haji berupa wukuf di Arafah diperkirakan jatuh pada 25–26 Mei 2026.
Daftar Kontak Darurat Terintegrasi
Mengingat dinamisnya kondisi di Makkah dan Madinah, pemerintah merilis daftar nomor penting di Arab Saudi yang wajib diakses oleh jemaah maupun petugas:
Layanan Darurat Terpadu: 911
Kepolisian: 999
Ambulans/Darurat Medis: 997
Pemadam Kebakaran: 998
Selain layanan otoritas setempat, jemaah juga dapat menghubungi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh melalui nomor (+966) 11 4882800 atau layanan hotline di +966 569173990.
Layanan Penunjang dan Mitigasi
Guna memperlancar proses keberangkatan, pemerintah telah mengaktifkan 16 embarkasi di seluruh Indonesia. Fasilitas fast track di bandara-bandara besar seperti Soekarno-Hatta, Solo, Juanda, dan Makassar juga dikerahkan untuk memangkas waktu proses keimigrasian.
Selain nomor layanan resmi, jemaah disarankan untuk mencatat nomor kontak pribadi yang relevan, mencakup pembimbing ibadah (muthawwif), pemimpin rombongan (tour leader), hingga kontak hotel tempat menginap di Makkah maupun Madinah.
Langkah preventif ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan ketenangan bagi para jemaah sehingga pelaksanaan ibadah haji tahun ini dapat berjalan dengan lancar dan mabrur.
Pemerintah terus memantau setiap perkembangan guna memastikan perlindungan maksimal bagi seluruh tamu Allah di Tanah Suci.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di La Liga, 20 September 2026: Duel Tim Kejutan di Riazor
- 2Prediksi Skor Leeds United vs Crystal Palace di Premier League, 20 September 2026: Mampukah The Whites Pertahankan Tren Positif?
- 3Prediksi Skor Villarreal vs Levante di La Liga, 20 September 2026: Mampukah El Submarino Amarillo Lanjutkan Momentum?
- 4Prediksi Skor Juventus vs Atalanta di Serie A, 20 September 2026: Bianconeri Ingin Lanjutkan Momentum Eropa
- 5Pengumuman Resmi! Berikut Daftar Peraih Medali Emas OSN SMA Sederajat 2026, Dari Matematika hingga Inovator AI
- 6Prediksi Skor Bayer Leverkusen vs RB Leipzig di Bundesliga, 20 September 2026: Adu Momentum di BayArena
- 7Prediksi Skor Fulham vs Manchester United di Premier League, 20 September 2026: Misi The Red Devils Bangkit di Craven Cottage
- 8Lowongan Kerja di MRT Jakarta Tahun 2026: Buka 19 Formasi Lulusan SMA/SMK hingga S1, Simak Syarat dan Cara Daftarnya
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




