Jakarta

Tabrakan Maut Dua Kereta Cepat di Spanyol, 68 Orang Tewas Puluhan Luka-luka

Yusuf Doank | 29 Oktober 2026, 09:41 WIB
Tabrakan Maut Dua Kereta Cepat di Spanyol, 68 Orang Tewas Puluhan Luka-luka
Tabrakan Maut Dua Kereta Cepat di Spanyol, 68 Orang Tewas Puluhan Luka-luka

AKURAT JAKARTA — Kecelakaan maut melibatkan dua kereta cepat terjadi di wilayah pedesaan Castilla-La Mancha, Spanyol, Rabu (28/10/2026).

Insiden itu mengakibatkan sedikitnya 68 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Tragedi ini tercatat sebagai kecelakaan perkeretaapian paling mematikan di Eropa sejak 2013, sekaligus menambah daftar insiden fatal pada jaringan kereta cepat Spanyol dalam kurun waktu satu tahun terakhir.

Baca Juga: Jepang Naikkan Tarif Shinkansen Nozomi Hingga Capai Rp1,7 Juta, Kenyamanan Kereta Cepat Kini Lebih Mahal

Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, menyampaikan duka cita mendalam atas musibah tersebut.

Dia menegaskan pemerintah akan mengusut tuntas penyebab kecelakaan dan mengambil langkah perbaikan drastis pada sistem keselamatan transportasi nasional.

"Jika kita perlu memperkuat keselamatan lebih jauh demi memulihkan kepercayaan terhadap sistem kereta cepat kita, kita akan melakukannya. Sebab, yang tidak dapat diterima oleh negara seperti Spanyol adalah mengalami dua kecelakaan kereta cepat dalam tahun yang sama," tegas Sanchez, dikutip dari Reuters.

Menteri Transportasi Spanyol, Oscar Puente, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula dari munculnya sinyal merah akibat gangguan komunikasi pada sistem komputer.

Yang itu secara otomatis menghentikan lalu lintas kereta di jalur yang sama. Sinyal tersebut aktif karena terdapat rangkaian lain yang berhenti di depan.

Kendati demikian, kereta milik operator Renfe dilaporkan sempat mendapat izin untuk melanjutkan perjalanan sebelum akhirnya menabrak kereta Iryo yang masih terhenti di jalur tersebut.

Berdasarkan data operasional, kereta Iryo mengangkut 147 penumpang, sementara kereta Renfe membawa 397 orang. Benturan keras tersebut menyebabkan dua gerbong kereta Iryo anjlok, bahkan tiga gerbong dilaporkan terjun ke lereng di sekitar jalur layang.

Tim penyelamat yang mengerahkan ambulans, helikopter, serta kendaraan berat langsung berjibaku melakukan evakuasi hingga malam hari. Petugas menyisir gerbong-gerbong yang ringsek untuk mencari kemungkinan korban lain yang tertimbun.

Menteri Kesehatan Spanyol, Monica Garcia, menyebutkan bahwa sedikitnya 80 orang mengalami luka-luka, dengan 15 korban di antaranya berada dalam kondisi kritis. Sejumlah penumpang menceritakan detik-detik mencekam saat tabrakan terjadi.

"Saya berada sangat dekat dengan pintu, tetapi penumpang lain memecahkan jendela agar bisa keluar. Beberapa orang praktis tidak bisa bergerak karena terjebak di antara kursi," ujar Salvador Arriza (62), salah satu penumpang selamat.

Pemerintah regional Castilla-La Mancha telah membuka posko darurat dan pusat informasi bagi keluarga korban di wilayah Urda.

Sementara itu, operator Renfe memutuskan untuk menyetop penjualan tiket kereta cepat rute Madrid-Andalusia hingga 13 Desember mendatang guna mempermudah proses investigasi serta pemulihan jalur.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf Doank
Y