Jakarta

Genjot Produktivitas Melalui Program Oplah, Pemkab Tangerang Optimalkan 245 Hektare Lahan Pertanian Non Rawa

M Rahman Akurat | 7 November 2026, 11:59 WIB
Genjot Produktivitas Melalui Program Oplah, Pemkab Tangerang Optimalkan 245 Hektare Lahan Pertanian Non Rawa
DPKP Kabupaten Tangerang

AKURAT JAKARTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) resmi menjalankan program Optimalisasi Lahan (Oplah) Non Rawa.

Program strategis ini menyasar 245 hektare lahan baku sawah (LBS) eksisting dan lahan non-rawa yang tersebar di lima kecamatan guna meningkatkan produktivitas serta memperkuat ketahanan pangan daerah.

Lahan non-rawa sendiri merupakan hamparan lahan pertanian yang tidak selalu tergenang air sepanjang tahun, yang dapat berupa lahan basah non-rawa maupun lahan kering.

Baca Juga: Mitsubishi Pajero Sport 2027 Siap Menggebrak Pasar SUV, Mesin Diesel 2.4 Liter dan Torsi 430 Nm Jadi Andalan

Kepala DPKP Kabupaten Tangerang, Ujang Sudiartono, menjelaskan bahwa program ini disokong langsung oleh Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Ditjen LIP) Kementerian Pertanian Republik Indonesia menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026.

"Bentuk kegiatannya meliputi Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT), perbaikan sistem tata air dan pintu air, pembangunan irigasi perpompaan dan perpipaan, pembangunan jalan usaha tani, serta konservasi air," kata Ujang saat menghadiri acara lepas sambut dan serah terima jabatan di lingkungan DPKP Kabupaten Tangerang, Kamis (5/11/2026).

Manfaat Program Oplah Non Rawa

Menurut Ujang, program optimalisasi ini membawa banyak dampak positif bagi sektor pertanian lokal, antara lain:

  • Meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dan hasil produksi pertanian.

  • Memperbaiki infrastruktur pengairan dan kondisi fisik lahan.

  • Menjaga ketersediaan air guna meminimalkan risiko kekeringan maupun genangan air yang merusak tanaman.

Skema Swakelola Dana APBN

Sesuai dengan petunjuk teknis Kementerian Pertanian RI, pelaksanaan program ini melibatkan kelompok tani, gabungan kelompok tani (Gapoktan), Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A/GP3A), hingga Brigade Pangan yang telah ditunjuk.

"Dalam program ini, seluruh kegiatan dilaksanakan dengan sistem swakelola oleh Unit Pengelola Kegiatan Kelompok (UPKK). Dana ditransfer langsung ke rekening kelompok melalui UPKK untuk selanjutnya dikelola dan digunakan sesuai ketentuan yang berlaku," jelas Ujang.

Daftar 6 Poktan Penerima Manfaat di Kabupaten Tangerang

Sebanyak enam Kelompok Tani (Poktan) di Kecamatan Sindang Jaya, Rajeg, Kronjo, Kresek, dan Sukamulya menjadi penerima manfaat langsung dengan rincian kegiatan sebagai berikut:

  1. Poktan Silih Asuh (Desa Sindang Asih, Kec. Sindang Jaya) | Ketua: H. Aca | Kegiatan: Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT).

  2. Poktan Sabrang Mandiri (Desa Badak Anom, Kec. Sindang Jaya) | Ketua: Warnoto | Kegiatan: Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT).

  3. Poktan Bunga Mekar (Desa Kubang, Kec. Sukamulya) | Ketua: Kartono | Kegiatan: Pembangunan sumur bor.

  4. Poktan Mandiri Tani (Desa Kresek, Kec. Kresek) | Ketua: Maksudi | Kegiatan: Pembangunan sumur bor.

  5. Poktan Pribumi III (Desa Lembangsari, Kec. Rajeg) | Ketua: Rusdi Wijaya | Kegiatan: Pembangunan irigasi perpipaan.

  6. Poktan Blukbuk Luwung (Desa Blukbuk, Kec. Kronjo) | Ketua: Supiadi | Kegiatan: Pembangunan irigasi perpompaan.

Melalui program Oplah Non Rawa ini, Pemkab Tangerang berharap infrastruktur pengairan di tingkat hilir kian kokoh dan pasokan air bagi petani semakin terjamin.

Langkah nyata ini diharapkan mampu menyokong stabilitas pangan serta meningkatkan kesejahteraan para petani di Kabupaten Tangerang. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.