Ini Penyebab Langit Jakarta Terlihat Keruh Saat Polusi Meningkat Menurut BMKG

AKURAT.CO - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap penyebab Jakarta terlihat keruh saat polusi udara meningkat dan kualitas udara memburuk, karena adanya fenomena lapisan inversi.
"Karena kita di wilayah urban dan saat musim kemarau itu ada fenomena namanya lapisan inversi, jadi ketika pagi di bawah ini lebih dingin dari pada di atas," kata Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, Jumat (11/08).
"Sehingga itu mencegah udara itu untuk naik dan kemudian terdispersi. Itu penjelasan mengapa Jakarta kelihatan keruhnya di bawah dibandingkan di atas. Karena setting perkotaannya di mana kita hidup bersama," sambungnya.
Sena memaparkan, kecenderungannya pada musim kemarau, kualitas udara cenderung naik, seperti yang dialami sekarang.
Baca Juga: Polusi Udara Jakarta Memburuk, Dinkes Klaim Tak Ada Kenaikan Kasus ISPA
"Jadi faktor yang juga memperngaruhi kondisi sekarang dan juga sebenarnya sudah terjadi di tahun-tahun sebelumnya," paparnya.
Sambungnya, yang perlu dicermati berkaitan dengan kualitas udara adalah siklus harian.
"Hal lainnya yang juga menarik dan perlu dicermati bahwa kondisi kualitas udara itu ada siklus hariannya. Pada saat lepas malam hari hingga dini hari cenderung lebih tinggi dari pada pagi hingga sore karena ada siklus harian," terang Sena.
Baca Juga: Sultan Korban Kabel Optik Lapor Polisi, Pihak Bali Tower Siap Dipanggil Polda Metro Jaya
Sebelumnya diberitakan, kualitas udara di Jakarta menduduki peringkat lima besar udara tepatnya posisi keempat terburuk di dunia, pada sore ini Senin (07/08).
Berdasarkan pantauan, melansir data dari situs IQAir, di Jakarta, per pukul 18.15 WIB, PM 2,5 yang dimiliki kota ini mencapai 112. Hal ini mengindikasikan udara yang tak sehat bagi kelompok sensitif. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Anderlecht vs RB Salzburg di UEL, 6 November 2026: Adu Kuat Rekor Kandang dan Tandang
- 2Prediksi Skor NEC Nijmegen vs Omonia di UEL, 6 November 2026: Misi Menghentikan Tren Negatif di De Goffert
- 3Prediksi Skor Lillestrom vs Viktoria Plzen di UEL, 6 November 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Norwegia
- 4Prediksi Skor Levski Sofia vs Jagiellonia di UEL, 6 November 2026: Momentum Positif Jadi Modal Kedua Tim
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Hoffenheim di UEL, 6 November 2026: Duel Tim Terpuruk di Selhurst Park
- 6Prediksi Skor Sparta Praha vs Bournemouth di UEL, 6 November 2026: Akankah Runtunan Kemenangan The Cherries Terus Berlanjut?
- 7Prediksi Skor Real Sociedad vs Lyon di UEL, 6 November 2026: Duel Sengit di Reale Arena
- 8Prediksi Skor AC Milan vs Ferencvaros di UEL, 6 November 2026: Momentum Derby Jadi Modal Rossoneri
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





