Jelang Musim Penghujan, DPRD DKI Minta Pemprov Mitigasi Pencegahan Banjir

AKURAT.CO - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan wilayah Jakarta akan menghadapi musim penghujan pada November mendatang.
Menanggapi hal itu, DPRD DKI Jakarta meminta agar Dinas Sumber Daya Air (SDA) melakukan mitigasi pencegahan banjir.
Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Judistira Hermawan mengatakan, Dinas SDA sudah seharusnya sejak dini melakukan pemeriksaan seluruh mesin pompa yang dimiliki.
Baca Juga: Ketua KADIN Jadi Ketua Tim Salah Satu Capres, Badan Pengusaha Pemuda Pancasila: Sah-Sah Saja
Tujuannya agar pompa-pompa yang dimiliki siap digunakan ketika dibutuhkan.
“Saya mendapatkan banyak laporan pompa apung kita banyak yang rusak. Saya minta pompa apung ini diaudit. Supaya masyarakat merasa aman dan kita lebih siap menghadapi musim hujan,” ujarnya dikutip, Sabtu (15/09).
Politisi Golkar itu mengaku banyak mendapat aduan masyarakat terkait tidak optimalnya pompa apung, sehingga dikhawatirkan akan memperlambat waktu surut genangan saat musim hujan nanti.
Baca Juga: Catat! Ini Lokasi Baru Tarif Parkir Tertinggi di DKI Jakarta
“Kita antisipasi untuk di lingkungan masyarakat. Jangan sampai ketika musim hujan tiba, ini (pompa apung) tidak berfungsi dengan baik,” ucapnya.
Saran untuk melakukan mitigasi sejak dini juga disampaikan Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike.
Ia meminta Dinas SDA memanfaatkan surutnya sungai, situ, waduk dan embung untuk melakukan pengerukan sedimen.
Baca Juga: Minat Kuat Gen Z Terhadap Musik dan Konser, Menjadikan Industri Hiburan Semakin Cerah
Pengerukan perlu dilakukan di seluruh sistem pengairan dan penampungan air agar optimal menampung volume air.
“Tolong di cek semua kali yang mengalami pendangkalan, mumpung musim kering. Pengerukan juga harusnya menyeluruh. Jangan parsial. Kadang pengerjaanya hanya di titik tertentu, terus enggak dilanjutkan," ungkap Yuke.
"Memang kendalanya kadang alat tidak bisa masuk tapi hemat saya percuma kalau hanya sebagian-sebagian saja, itu tidak akan menyelesaikan masalah,” lanjutnya.
Di kesempatan yang sama, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Sumber Daya Air, Ika Agustin Ningrum mengatakan, pihaknya sudah mempersiapkan program-program untuk menghadapi musim hujan, salah satunya yakni program ‘Bulan Pengerukan Kali Ciliwung’.
“Ini akan dilakukan serempak di lima wilayah kota yang dilaksanakan mulai dari segmen MT Haryono sampai dengan Kali Adem Muara Angke. Ini sedang dalam proses mobilisasi alat berat ke lima wilayah kota,” katanya.
Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Setda Provinsi DKI Jakarta Afan Adriansyah Idris menambahkan, tahun ini pihaknya sudah meresmikan beberapa infrastruktur besar untuk penanganan banjir, diantaranya membuat waduk dan melakukan normalisasi.
“Di hulu itu ada waduk Ciawi dan waduk Sukamahi, kemudian di wilayah tengah sudah ada sodetan Kanal Banjir Timur (KBT) Ciliwung dengan kapasitas 60 kubik perdetik, ditambah dengan program normalisasi. Jadi bisa dipastikan elevasi ketinggian air di pintu air Manggarai pasti akan turun," ujar Afan.
"Sementara untuk area lainnya, pada tahun ini dan tahun lalu kita sudah melaksanakan proyek pembangunan 9 polder, 4 waduk dan juga 2 kali,” tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini







