Israel Tak Bisa Bunuh Mohammed Deif Tokoh Hamas yang Dijuluki Manusia 9 Nyawa dan Pembawa Maut

AKURAT JAKARTA - Di balik penyerangan Israel terhadap Palestina terdapat sejumlah tokoh, salah satunya Hamas Mohammed Dief.
Mohammed Deif merupakan komandan Brigade Izz ad-Din al-Qassam yang merupakan sayap militer Hamas.
Masyarakat Palestina menjulukinya Sang Dalang. Sementara Israel menjulukinya Manusia dengan Sembilan Nyawa dan Manusia Pembawa Maut.
Baca Juga: Starbucks Terkana Boikot Pro Israel, Ini 6 Kopi Lokal Pengganti Bisa Bikin di Rumah
Pasukan Israel yang memburunya selama puluhan tahun tak bisa menangkapnya juga membunuhnya.
Mohammed Dief inilah yang merancang Operasi Badai al-Aqsa yang menewaskan 1.200 orang Israel.
Saat ini, Mohammed Dief menjadi orang yang paling dicari militer dan intelijen Zionis Israel.
Baca Juga: Galau Boikot Produk Pro Israel? Nih Rahasia Resep Ayam KFC, Gampang Bikin di Rumah
Namanya adalah Mohammed Diab Al-Masry atau Abu Khaled atau kerap dipanggil Al-Deif lahir di Gaza pada 1965.
Mohammed Deif meraih gelar sarjana biologi dari Universitas Islam Gaza. Saat kuliah dia dikenal cinta pada dunia akting dan teater.
Dilansir dadi berbagai sumber, saat Hamas diumumkan, Mohammed Dief langsung ergabung dengan penuh semangat.
Baca Juga: Piala Dunia U-17 dan Kepedulian Bang Zaki Iskandar Pada Dunia Olahraga, Ini Buktinya
Pada 1989, Israel menangkap Mohammed Dief atas tuduhan bekerja untuk militer Hamas dan tanpa proses peradilan dipenjara 16 bulan.
Saat di penjara, Deif bersama Zakaria Al-Shorbagy dan Salah Shehadeh sepakat membentuk gerakan lain yang terpisah dari Hamas.
Mereka memberi nama kelompok itu Brigade Al-Qassam dengan tujuan mereka adalah menangkap tentara Israel.
Setelah keluar dari penjara, Dief bersama Brigade Izz al-Din Al-Qassam mulai menunjukkan kekuatan militer mereka.
Sebagai insinyur, dia yang membangun terowongan yang memungkinkan milisi Hamas masuk ke Israel dari Gaza.
Dief juga merupakan salah satu orang yang merancang strategi serangan roket ke Israel dalam skala yang masif.
Berikut Fakta Mohammed Deif
1. Julukan Dief
Deif dikenal dengan julukan “Abu Khaled” melalui aktingnya dalam drama berjudul The Clown.
Saat itu ia berperan sebagai “Abu Khaled,” seorang tokoh sejarah yang hidup pada periode awal Abad Pertengahan di masa pemerintah Bani Umayyah dan Abbasiyah.
Deif adalah sebuah kata dalam bahasa Arab yang berarti "tamu".Julukan itu melekat pada sosoknya karena dia tidak tinggal di suatu tempat dalam waktu lama.
Dia tidur di lokasi baru setiap malam untuk menghindari pembunuhan Israel.
2. Penggagas Bom Bus
Mohammed Deif dikenal sebagai orang yang penggagas pemboman bus yang menewaskan sekitar 50 warga Israel pada awal 1996.
Peristiwa tersebut merupakan operasi balas dendam atas pembunuhan oleh Israel terhadap sosok penting di Hamas, Yahya Ayyas.
3. Melarikan Diri dari Penjara Israel
Mohammed Deif terlibat dalam penangkapan dan pembunuhan tiga tentara Israel pada pertengahan dekade 1990-an.
Israel kembali menangkap dan memenjarakannya pada tahun 2000. Namun Deif dapat melarikan diri.
Peristiwa melarikan diri itu dikenal banyak kalangan sebagai “Intifada Kedua”. Sejak saat itu, Deif nyaris tidak pernah muncul ke hadapan publik.
4. Israel Bunuh Istri dan Anaknya
Upaya pembunuhan paling serius terhadap Deif terjadi pada tahun 2002. Deif, secara mustahil, selamat. Namun dia kehilangan salah satu matanya.
Israel membuat klaim serangan mereka membuat Deif kehilangan satu kaki dan tangannya.
Deif mengalami kesulitan berbicara setelah menjadi sasaran berbagai upaya pembunuhan oleh Israel.
Pada tahun 2014, selama serangan Israel di Jalur Gaza yang berlangsung lebih dari 50 hari, tentara Israel kembali gagal membunuh Deif. Tapi Israel membunuh istri dan dua anaknya.
5. Foto Deif
Terdapat tiga foto yang menampilkan wajah Deif. Pada salah satu foto, dia terlihat sudah sangat tua.
Pada foto lain Dief menyembunyikan wajahnya, sedangkan pada foto terakhir yang tampak hanyalah bayangannya.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









