Jakarta

Tawuran Makin Marak di Jakarta, PSI Minta Tindak Tegas Pelaku dan Keluarga Dicoret dari Semua Bansos

Yasmina Nuha | 11 Juli 2024, 13:11 WIB
Tawuran Makin Marak di Jakarta, PSI Minta Tindak Tegas Pelaku dan Keluarga Dicoret dari Semua Bansos

 

AKURAT JAKARTA - Belakangan ini, aksi tawuran semakin marak terjadi di wilayah Jakarta, khususnya Jakarta Timur yang mengalami peningkatan signifikan dalam enam bulan terakhir.

Beberapa kejadian tawuran yang menonjol di Jakarta Timur kerap terjadi hingga sekarang seperti di kawasan Pasar Gembrong dan di depan Mal Bassura.

Sejauh ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah mengambil langkah tegas dengan memberikan sanksi pencabutan Kartu Jakarta Pintar (KJP) bagi pelaku tawuran yang merupakan penerima KJP.

Baca Juga: INGAT! Disdik DKI Jakarta Bakal Cabut KJMU Mahasiswa yang Terlibat Judi Online, Tawuran dan Narkoba

Namun, Justin Adrian Untayana, Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, menilai langkah ini masih belum cukup efektif dalam memberikan efek jera kepada pelaku.

"Pencabutan KJP saja tidak cukup. Kita perlu tindakan hukum yang lebih tegas untuk menekan angka tawuran," ujar Justin dalam keterangan resmi, Rabu (10/7/2024).

Justin mengusulkan agar dilakukan pencabutan semua bantuan sosial (bansos) dari Pemprov DKI Jakarta kepada penerima yang terdaftar satu kartu keluarga dengan pelaku tawuran.

Baca Juga: JANGAN LUPA, Konser Spesial Anggun C Sasmi di Plenary Hall Jakarta Convention Center, Bersama Musisi Lintas Generasi, Info Waktu dan Tiket

"Sanksi tegas ini diharapkan membuat pelaku tawuran berpikir dua kali sebelum terlibat dalam aksi kekerasan di Jakarta, karena konsekuensinya tidak hanya kepada pelaku semata, tapi juga keluarganya," katanya.

Ia pun menambahkan agar keluarga pelaku tawuran tersebut di blacklist atau tidak diperbolehkan selamanya untuk terdaftar di seluruh bentuk pengajuan bantuan.

Selain itu, Justin menekankan pentingnya peran serta keluarga dan orang tua dalam memantau perilaku seluruh anggota keluarganya, baik di dalam maupun di luar rumah.

Baca Juga: Manajer Timnas U-17 Zaki Iskandar Sebut Ada 3 Pemain Bakal Dinaturalisasi, Mereka Sempat Membela Timnas U-20 di Piala Touloun

"Peran keluarga sangat penting dalam mencegah anak-anak terlibat dalam tawuran, karena keluarga adalah tempat pendidikan pertama dan terdekat," katanya.

Tidak hanya itu, Justin juga mendorong agar pihak kepolisian untuk lebih giat melakukan patroli di titik-titik rawan tawuran serta menindak tegas pelaku-pelaku tawuran, tidak hanya diselesaikan secara damai.

"Kita perlu pengawasan yang lebih intensif dari pihak kepolisian di area-area yang sering terjadi tawuran untuk menciptakan rasa aman bagi masyarakat," ujarnya.

Lebih lanjut, Justin mengungkapkan bahwa pihaknya akan mendorong DPRD DKI Jakarta untuk merevisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum yang bertujuan untuk mengatur aturan hukum yang lebih tegas terkait tindakan tawuran.

"Kami akan mendorong revisi Perda Ketertiban Umum agar bisa mengatur sanksi hukum yang lebih jelas dan tegas bagi pelaku tawuran," jelas Justin.

Ia berharap dengan agar perilaku yang membawa pengaruh sangat buruk dalam karakter kehidupan masyarakat DKI Jakarta ini dapat dinetralisir dengan upaya tindakan tegas dan kerja sama dari berbagai pihak.

"Kami berharap dengan tindakan tegas dan kerja sama dari berbagai pihak, kita dapat menekan angka tawuran di Jakarta dan menciptakan lingkungan yang lebih aman dan kehidupan masyarakat yang beradab," pungkas Justin. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y