Gubernur Pramono Sebut 15.033 Penerima Bansos Terlibat Judol Tidak Jadi Dicoret Tapi Bakal Dibina

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung memastikan bahwa pihaknya tidak akan menarik bantuan sosial (bansos) dari 15.033 penerima bansos yang diduga terlibat judi online (judol).
Namun, pihaknya bakal membina terlebih dahulu para penerima bansos tersebut agar tidak bermain judol.
"Ya tentunya kita nggak akan narik bansosnya. Tetapi kita lakukan pembinaan," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (30/7/2025).
Baca Juga: Gelar 13 Job Fair di Jakarta, Disnakertransgi DKI Sebut Sudah Serap Tenaga Kerja Capai 1.367 Orang
"Dan kita akan sampaikan ke mereka untuk tidak bermain judol. Karena nggak ada orang menang dengan judol lah," imbuhnya.
Ia menjelaskan, sebelumnya pihaknya juga sudah memberikan bansos Pemenuhan Kebutuhan Dasar (PKD) periode bulan Juli 2025 pada Jumat (25/7/2025).
Bantuan ini meliputi tiga program utama, yaitu Kartu Lansia Jakarta (KLJ), Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ), dan Kartu Anak Jakarta (KAJ).
Dengan itu, kata Pramono, apa yang menjadi perhatian dirinya, terutama dari semua indikator sebenarnya yang dialami warga Jakarta yaitu kenaikan gini ratio.
"Jadi bukan orang miskinnya bertambah, tetapi memang orang kayanya tambah kaya di Jakarta ini," kata Pramono.
"Karena memang itulah yang menjadi potret ketika sejak covid di Jakarta. Sehingga, bantalan untuk masyarakat tidak mampu itu terus-menerus kami lakukan," pungkasnya.
Baca Juga: Pantai Maju: Spot Wisata Cantik ala Korea di Jakarta yang Gratis dan Instagramable
Sebelumnya, Pramono Anung mengatakan bahwa Pemprov DKI Jakarta tengah meninjau kembali kelayakan penerima bansos yang terindikasi terlibat dalam aktivitas judi online (judol).
Di mana, berdasarkan data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), sepanjang 2024 terdapat 602.419 warga Jakarta yang terindikasi terlibat dalam aktivitas judi online, dengan nilai transaksi mencapai Rp 3,12 triliun.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 15.033 orang di antaranya tercatat sebagai penerima bansos. Mereka akan dicoret dan bansosnya dialihkan ke warga lain.
"Bantuan sosial ditujukan bagi warga yang benar-benar membutuhkan. Jika ditemukan adanya keterlibatan dalam praktik judi online, maka bantuan akan dialihkan kepada warga lain yang lebih membutuhkan," ujar Pramono kepada wartawan, dikutip Minggu (27/7/2025) lalu. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








