DPRD DKI Kecewa Disdik DKI Tidak Koordinasi Terlebih Dahulu Soal Cleansing Guru Honorer

AKURAT JAKARTA - Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz menerima banyak keluhan dan aduan dari guru yang terdampak kebijakan cleansing guru honorer pada awal Juli 2024.
Abdul pun mengaku kecewa atas kebijakan cleansing guru honorer yang diterapkan Dinas Pendidikan tanpa koordinasi dengan komisi E DPRD DKI terlebih dahulu.
Hal serupa juga dikatakan Anggota Komisi E Sholikhah yang meminta Dinas Pendidikan meningkatkan komunikasi dengan anggota DPRD dan juga kepala sekolah di seluruh Jakarta terkait kebutuhan tenaga pendidik.
“Bagaimana nanti kepala sekolah berkoordinasi dengan Sudin dan Dinas Pendidikan, misalnya saya (kepala sekolah) punya kebutuhan (guru) sekian dan bagaimana solusinya,” kata Sholikhah.
Pada kesempatan yang sama, Anggota Komisi E Abdul Azis Muslim berharap dapat melahirkan kebijakan yang matang dan bermanfaat dengan terjalinnya komunikasi serta koordinasi antara DPRD dengan Disdik.
"Komunikasi dulu dengan DPRD, cari solusi yang terbaik agar guru-guru ini bisa kita selesaikan dengan baik," katanya.
Baca Juga: Ngeri, ODGJ Bacok Driver Ojol di Pinggir Jalan Hingga Tewas dengan Tangan Kiri Putus
Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Budi Awaluddin berkomitmen untuk ke depannya akan membenahi pola komunikasi dengan Komisi E DPRD sebelum menerapkan suatu kebijakan.
"Komunikasi harus dibangun lebih baik lagi, ini akan menjadi motivasi kami untuk terus melakukan komunikasi dengan komisi E," katanya.
Budi memastikan, bagi 141 guru honorer yang terdampak kebijakan cleansing sudah kembali mengajar di sekolah sambil menunggu proses penerimaan tersebut.
Selain itu, ia juga menjelaskan pihaknya bersedia mengkaji usulan Komisi E terkait pengangkatan sebanyak 4.127 guru tenaga honorer menjadi guru KKI dengan mempertimbangkan kondisi APBD.
"Kondisi anggaran kita saat ini sudah terbatas dan kita hanya punya dana untuk 1.700, kalau mau seperti itu perlu ada rapat besar lagi untuk menganggarkan itu," ucap Budi. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 3Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 4Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 5Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 6Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Amankan Kemenangan Perdana?
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di UNL, 27 September 2026: Mampukah The Falcons Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





