Jakarta

Data PHK Pekerja di Jakarta Tertinggi, Heru Budi Akui Sudah Antisipasi Lewat APBD DKI

Yasmina Nuha | 7 Agustus 2024, 06:50 WIB
Data PHK Pekerja di Jakarta Tertinggi, Heru Budi Akui Sudah Antisipasi Lewat APBD DKI

 

AKURAT JAKARTA - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengatakan, pihaknya sudah mengatisipasi lonjakan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang terjadi di Jakarta.

Heru mengatakan bahwa pihaknya sudah mengantisipasi terkait lonjakan tersebut melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta tahun 2024 dan 2025.

"Nah ini di dalam postur tubuh APBD 2024 maupun 2025, kita sudah antisipasi sedikit terkait dengan kelambatan ekonomi," kata Heru di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (6/8/2024).

Baca Juga: Kapan Seleksi Kontrak Kerja Individu atau KKI untuk 2.650 Guru Honorer Akan Dibuka? Ini Penjelasan dari Disdik DKI

Kemudian, ia mengatakan bahwa pihaknya bersama Dinas UMKM dan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi (Disnakertrans) DKI Jakarta akan mengarahkan APBD DKI untuk mengatasi lonjakan PHK ini.

"Maka Dinas UMKM akan dengan Disnaker ini sudah bisa terlihat dipostur APBD mengarah ke sana, memberikan edukasi memberikan kesempatan kepada mereka agar mereka bisa bekerja mandiri," jelasnya.

Ia juga mengatakan bahwa lonjakan ini akan terus terbuka setiap hari karena jumlah penduduknya yang bisa bertambah terus.

Baca Juga: CATAT! Kirab Bendera Pusaka Akan Dilaksanakan pada 10 Agustus, Dari Monas ke Halim lalu ke IKN, Dipimpin Heru Budi, Bakal Disaksikan 30.000 Orang

"Itu lonjakan PHK ini kan Jakarta penduduknya terbuka setiap hari ada, namun DKI Jakarta kalau dilihat sementara waktu memang ada PHK," katanya.

Sebelumnya, Dilansir dari data Kementerian Ketenagakerjaan, Minggu (4/8/2024), terdapat 32.064 orang tenaga kerja Indonesia yang ter-PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) pada periode Januari-Juni 2024.

Dalam data tersebut, tenaga kerja ter-PHK paling banyak terdapat di Provinsi DKI Jakarta mencapai 7.469 pekerja atau sekitar 23,29 persen dari jumlah keseluruhan kasus yang dilaporkan.

Baca Juga: Banyak Jukir Liar di Jakarta yang Kena Razia Tidak Bisa Diberi Pelatihan, Kenapa? Disnaker: Mereka Rata-rata Pendatang dan Berusia di Atas 50 Tahun

Heru pun mengakui bahwa berdasarkan data tersebut, jumlah PHK pekerja di Jakarta memang tinggi, namun tidak semuanya murni merupakan warga asli Jakarta.

"Gini, berdasarkan data memang PHK tinggi. Berdasarkan data yang ada, tidak murni itu adalah warga Jakarta yang sudah lama tinggal," kata Heru di Gedung PKK Melati Jaya, Pasar Pramuka, Senin (5/8/2024). (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y