Jakarta

Soal Program Sarapan Gratis Pramono-Rano, Anggota DPRD DKI Fraksi Golkar Farah Savira: Perlu Dikaji dan Berkaca dari MBG

Yasmina Nuha | 22 Januari 2025, 20:02 WIB
Soal Program Sarapan Gratis Pramono-Rano, Anggota DPRD DKI Fraksi Golkar Farah Savira: Perlu Dikaji dan Berkaca dari MBG

AKURAT JAKARTA - Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Golkar Farah Savira mengomentari terkait program Sarapan Gratis oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta terpilih, Pramono Anung-Rano Karno atau Si Doel.

Farah mengatakan, program tersebut harus perlu dikaji bersama terlebih dahulu pelaksanaannya seperti apa. Mengingat, program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat juga perlu banyak persiapan.

"Karena berkaca dari pengalaman pemerintahan Prabowo dalam mengeksekusi makan bergizi gratis, memerlukan cukup banyak biaya, biaya yang besar, sampai harus membuat kementerian lembaga baru," ujar Farah kepada Akurat Jakarta, Rabu (22/1/2025).

Baca Juga: Surat Edaran Libur Sekolah Bulan Puasa 2025 Resmi Rilis, Benarkah Wacana Libur Sebulan Penuh Akah Terlaksana?

Selain itu, pada program MBG, ia menyebut pelaksanaannya agak unik karna mengikutsertakan berbagai lembaga dalam pelaksanaannya.

"Kita berkaca kepada pengalaman bergizi gratis kemarin memang agak unik pelaksanaannya. Ada lembaga-lembaga yang diikutsertakan, ada pembukaan rekrutmen, membuka dapur baru," ujarnya.

Dengan itu, Ia pun berharap agar nantinya program sarapan gratis ini dapat bisa melakukan kerja sama dengan lembaga lain, khususnya dengan kantin sekolah.

Baca Juga: Satpol PP Tindak Tegas Parkir Liar di Atas Trotoar Jalan Wolter Monginsidi, Wakil Ketua DPRD DKI: Restoran Wajib Sediakan Tempat Parkir

"Nah harapannya sebetulnya kalau bentuknya seperti sarapan kita itu lebih ideal bisa bekerja sama dengan kantin sekolah yang selama ini sudah memberikan makanan atau menyediakan makanan untuk anak-anak," tuturnya.

Ia juga berharap, melalui program ini juga dapat mengutamakan pemenuhan gizi pada anak-anak sekolah disamping program MBG yang sudah berjalan.

"Sebaiknya memang kita utamakan dari mereka tinggal bagaimana pemenuhan gizi itu juga bisa tercukupi dan melengkapi dengan program makan bergizi gratis," harapnya.

Kemudian, ia menjelaskan bahwa sarapan gratis memang belum ada pembahasan lebih lanjut. Ia berharap dari tim transisi pemerintahan Pramono-Rano juga bisa memberikan input pelaksanaannya.

Sebelumnya, Koordinator Komunikasi Tim Transisi Pemerintahan Pramono-Rano, Chico Hakim menegaskan bahwa program Sarapan Gratis dari pihaknya berbeda dengan program Makan Bergizi (MBG).

"Enggak ada hubungannya antara sarapan gratis dengan makan bergizi gratis, itu dua hal yang berbeda," ujar Chico usai pertemuan dengan Pemprov DKI Jakarta di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (16/1/2025).

Juru bicara PDIP itu menjelaskan, program sarapan gratis memang sudah menjadi program keinginan bagi Gubernur DKI Jakarta terpilih, Pramono Anung untuk warga Jakarta.

"Ini adalah suatu program yang unik atau khas dari DKI Jakarta, yang kemudian nanti akan berubah menjadi DKJ tentunya," tuturnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y