10 Bulan Pimpin Jakarta, Heru Budi Dinilai Belum Optimal Jalankan Penugasan

AKURAT.CO - Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah menilai bahwa selama sepuluh bulan memimpin ibu kota Jakarta sebagai Penjabat (Pj) Gubernur, kinerja Heru Budi Hartono belum maksimal.
"Kalau saya melihat selama ini belum berjalan optimal," kata Trubus saat dikonfirmasi, Selasa (15/08).
Ia memaparkan ada beberapa penugasan dari gubernur sebelumnya, yang tidak selesaikan atau tidak dilanjutkan.
Menurutnya, secara garis besar ada tiga penugasan.
"Satu, penanganan banjir itu kan baru sukses melakukan pembebasan sodetan kali ciliwung. Itu artinya penanganan banjir belum ada upaya-upaya yang dulu belum dilakukan Anies, seperti sumur serapan, dilanjutkan apa tidak ternyata tidak dilanjutkan," terangnya.
Baca Juga: Sejarah Jakarta: Asal Usul Kuningan Terkait dengan Wilayah di Jawa Barat
"Tapi belum ada solusi lain hanya sekedar rutinitas yaitu pengerukan setu-setu, apa namanya kanal-kanal aja dalam banjir," sambung Trubus.
Kedua, yakni terkait penanganan sampah. Ia menilai dalam penanganan sampah dan persoalan lainnya Heru Budi hanya membakar uang saja, tapi tidak ada hasilnya.
"Kemudian bakar uang. Kita liat sendiri bagaimana negara tetangga, maksudnya wilayah penyangga itu sampai hari ini kan belum ada koordinasi seperti apa, termasuk penanganan sampah," ungkap Trubus.
Baca Juga: Mayat Dibuang di Pinggir Jalan Pasar Minggu, Polisi Temukan KTP dan Surat Penting Lainnya
"Penanganan sampah kita kan masih menggantung yang namanya (RDF) Bantar Gebang. Jakarta membuat ITF sampai sekarang malah stop tidak ada berhasil apa-apa," lanjutnya.
Terakhir, kata Trubus, yakni masalah kemacetan yang sampai saat ini tidak ada solusinya. Menurutnya, dari pada membuat kebijakan baru seperti pembangian jam kerja lebih baik meneruskan kebijakan yang sudah ada.
"Kemacetan sampai saat ini belum ada solusi. Mengubah jam kerja, itu kan sudah jelas tinggal kita lanjutkan aja, misalnya kebijakan Electronic Road Pricing (ERP), lanjutkan aja. Tidak semua 24 jalan diterapkan, tapi mungkin diprioritaskan jalan-jalan utama," ujarnya.
Baca Juga: Mario Dituntut 12 Plus 7 Tahun Penjara Ganti Restitusi, Pengacara David Sebut Sebagai Terobosan Baru
"ERP diterapkan tapi nilainya gak usah mahal-mahal supaya masyarakat juga diedukasi nanti secara bertahap. Kemudian usia kendaraan, usia kendaraan harusnya dibatasi 20 tahun usianya," sambung Trubus.
Trubus pun menyoroti pemberlakuan ganjil genap yang selama ini berjalan. Menurutnya, kebijakan itu saat ini belum optimal untuk kurangi kemacetan di ibu kota dan hanya menjadi sebatas rutinitas saja.
"Kebijakan ganjil genap tidak harus Jakarta, seharusnya negara tetangga juga ganjil genap jadi koordinasikan itu dengan negara tetangga jadi harus seperti itu. Jadi belum optimal, jadi hanya rutinitas saja," pungkasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Anderlecht vs RB Salzburg di UEL, 6 November 2026: Adu Kuat Rekor Kandang dan Tandang
- 2Prediksi Skor NEC Nijmegen vs Omonia di UEL, 6 November 2026: Misi Menghentikan Tren Negatif di De Goffert
- 3Prediksi Skor Lillestrom vs Viktoria Plzen di UEL, 6 November 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Norwegia
- 4Prediksi Skor Levski Sofia vs Jagiellonia di UEL, 6 November 2026: Momentum Positif Jadi Modal Kedua Tim
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Hoffenheim di UEL, 6 November 2026: Duel Tim Terpuruk di Selhurst Park
- 6Prediksi Skor Sparta Praha vs Bournemouth di UEL, 6 November 2026: Akankah Runtunan Kemenangan The Cherries Terus Berlanjut?
- 7Prediksi Skor Real Sociedad vs Lyon di UEL, 6 November 2026: Duel Sengit di Reale Arena
- 8Prediksi Skor AC Milan vs Ferencvaros di UEL, 6 November 2026: Momentum Derby Jadi Modal Rossoneri
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!


