Jakarta

SUBHANALLAH, Akhlak Buya Syakur saat Dibohongi Sopir Truk: Bikin Orang Malu itu Dosa

Ainun Kusumaningrum | 21 Januari 2024, 13:20 WIB
SUBHANALLAH, Akhlak Buya Syakur saat Dibohongi Sopir Truk: Bikin Orang Malu itu Dosa

AKURAT JAKARTA - SUBHANALLAH, begini akhlak Buya Syakur saat dibohongi oleh sopir truk terkait ongkos jasa angkutan.

Meski sopir truk berbohong dengan mark-up jumlah muatan, Buya Syakur tidak protes dan tetap membayarnya sesuai dengan jumlah yang disebutkan sopir.

KH Syakur Yasin atau yang akrab dikenal Buya Syakur wafat pada Rabu (17/1/2024) pukul 02.00 WIB dinihari tadi di Rumah Sakit Mitra Plumbon, Cirebon.

Baca Juga: Buya Syakur Wafat, Maia Estianty Kehilangan Ulama Kharismatik dari Indramayu Jawa Barat

Buya Syakur wafat dalam usia 75 tahun. Pada 2 Februari mendatang, usianya genap 76 tahun.

Ulama Kharismatik ini dikenal rendah hati dalam menyampaikan ajaran agama dan diakui oleh alama Indonesia. 

Almarhum lahir pada tahun 1948 di Desa Tulungagung, Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Baca Juga: Sosok KH Buya Syakur Yasin, Sahabat Gus Dur dan Prof Quraish Shihab yang Pilih Kembangkan Islam di Kampung

Sosok Buya Syakur dikenal sebagai salah satu ulama kharismatik asal Indramayu, Jawa Barat.

Pengajiannya yang rutin diikuti oleh lintas kalangan, baik secara luring di pesantren asuhannya, Pondok Pesantren Cadangpinggan, Kertasemaya, Indramayu,

Maupun secara daring melalui kanal Youtubenya.

Pendidikan Buya Syakur ditempuh belasan tahun di Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin, Cirebon.

Setelah itu, ia dikirim untuk belajar di sejumlah negara di Timur Tengah, mulai dari Irak, Suriah, Libya, Tunisia, hingga Mesir.

Bahkan, sebelum kembali ke tanah air, Buya Syakur juga sempat menempuh pendidikan di Oxford, Inggris.

Kisah Buya Syakur dengan sopir truk diceritakan akun Facebook WeRead WAMIMMA, berikut kisahnya:

KUALITAS BUYA

Saya sedang berdua dengan Buya di teras pondok. Seorang ustadz pengawas proyek bangunan pondok lapor.

"Buya, pengurugan sudah selesai, total 80 truk."

Sepuluh menit berselang, datang sopir truk: "Buya, pengurugan sudah selesai, total 100 truk."

Dengan wajah teduh Buya menimpali, "Oh ya, jadi uangnya berapa?"

Sopir menyebutkan nominal. Buya membayar sesuai permintaan sopir.

Saya terkesima dan tak tahan untuk bertanya, "Buya, sopir tadi kan bohong, kenapa Buya dibayar semua?"

Dengan senyum sejuk Buya berujar, "Kalau saya protes, kira2 si sopir akan malu nggak?"

"Pasti malu, Buya"

"Bikin orang malu dosa nggak?"

"Ya, tapi kan...."

"Nih, belum lagi kalau sopir ngotot 100 truk, terus saya konfrontir dg ustad pengawas, pasti mereka akan bertengkar. Bikin orang bertengkar dosa nggak?"

"Ya...iya sih...."

"Kader duit, duite Gusti Allah...kari njaluk tempu bae jeh, angel-angel temen." (Kan duit, duitnya Gusti Allah, tinggal minta tanggung jawab aja, jangan bikin susah).

Buya mengakhiri kalimatnya dengan tertawa renyah. Kepala saya pusing, nafas terasa berat. Betapa jauhnya akhlak saya dg akhlak Buya. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.