Jakarta

Legislator Golkar Ajak Warga Jakarta Manfaatkan Aplikasi JAKI untuk Pantau Kondisi Banjir

Yasmina Nuha | 13 Maret 2025, 23:01 WIB
Legislator Golkar Ajak Warga Jakarta Manfaatkan Aplikasi JAKI untuk Pantau Kondisi Banjir

 

AKURAT JAKARTA - Wakil Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Alia Noorayu Laksono mendukung Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta dalam pemanfaatan aplikasi JAKI untuk mengantisipasi potensi bencana, khususnya banjir.

"Menurut saya, imbauan BPBD DKI Jakarta untuk memanfaatkan aplikasi JAKI merupakan langkah positif dalam memanfaatkan teknologi untuk penanggulangan bencana," ujar Alia kepada Akurat Jakarta, Kamis (13/3/2025).

Dengan informasi yang mudah diakses melalui aplikasi JAKI, kata Alia, warga dapat lebih waspada dan mengambil tindakan pencegahan serta antisipasi.

Baca Juga: Hati-hati! Dinkes DKI Ungkap Jakbar Jadi Wilayah Kasus DBD Tertinggi di Jakarta Capai 418 Kasus, Berikut Total Kasus di Jakarta!

Apalagi, hal ini mengingat terdapat informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi adanya potensi hujan ekstrem di wilayah Jakarta pada 11 sampai 20 Maret 2025.

"Hal ini sangat tepat dengan adanya informasi dari BMKG terkait potensi curah hujan yang tinggi beberapa hari ke depan," kata Alia.

Menurut Alia, aplikasi JAKI memiliki potensi yang baik sebagai sarana pemantauan banjir. Ia menilai, sejauh ini aplikasi JAKI sudah berjalan dengan baik dan efektif.

Baca Juga: Pansus Raperda Pendidikan Sudah Ditetapkan, Wakil Ketua DPRD DKI Minta Pemprov Realisasikan Sekolah Gratis Secara Bertahap

Ia juga menilai, fitur Pantau Banjir di dalam aplikasi JAKI ini sudah menyediakan informasi yang begitu lengkap terkait keperluan penangan banjir yang diperlukan warga.

"Fitur Pantau Banjir menyediakan informasi yang cukup lengkap, seperti peta pemantauan banjir, data ketinggian air, aliran sungai dan kondisi pintu air Jakarta serta laporan warga," tuturnya.

Ia juga mengatakan, melalui ini, BPBD DKI Jakarta telah menunjukkan kepercayaan kepada aplikasi JAKI terkait dengan penyampain informasi banjir di Jakarta.

"Maka imbauan BPBD DKI Jakarta untuk membantu kondisi banjir melalui aplikasi JAKI, menunjukkan kepercayaan pemerintah terhadap efektivitas Fitur Pantau Banjir dalam membantu warga mendapatkan informasi terkini terkait kondisi banjir," pungkasnya.

Diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyarankan agar warga menggunakan aplikasi JAKI untuk mendapatkan informasi terbaru seputar kondisi banjir melalui Fitur Pantau Banjir.

Mengingat, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi adanya potensi hujan ekstrem di wilayah Jakarta pada 11 sampai 20 Maret 2025.

Kepala BPBD DKI Jakarta mengatakan, selain itu, warga dapat melaporkan genangan atau banjir yang terjadi melalui Fitur Laporan Warga di aplikasi tersebut.

"Aplikasi JAKI menyediakan berbagai fitur yang dapat membantu warga Jakarta tetap aman dan waspada saat musim hujan dan potensi banjir," ujar Isnawa kepada wartawan, Selasa (11/3/2025). (*)

Gambar: Wakil Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Alia Noorayu Laksono

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y