Jakarta

Legislator Golkar Dimaz Raditya Sebut Pemerintah Salurkan Bansos dan Stimulus Khusus Selama Ramadan dan Lebaran 2025

Yasmina Nuha | 26 Maret 2025, 17:04 WIB
Legislator Golkar Dimaz Raditya Sebut Pemerintah Salurkan Bansos dan Stimulus Khusus Selama Ramadan dan Lebaran 2025

AKURAT JAKARTA - Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta, Dimaz Raditya mengatakan, pemerintah terus mengakselerasi pertumbuhan ekonomi untuk mencapai target yang telah ditetapkan.

Berbagai kebijakan strategis telah diterapkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Termasuk penyaluran bantuan sosial (Bansos) dan stimulus khusus selama Ramadan dan Lebaran.

"Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengemukakan, kebijakan tersebut bertujuan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan stabilitas makro ekonomi," ujar Dimaz dalam keterangannya, dikutip Selasa (25/3/2025).

Baca Juga: Doakan Timnas Indonesia Menang Lawan Bahrain, Ormas Golkar Ini Gelar Dzikir dan Qiyamul Lail di Masjid Al Bina Komplek GBK Senayan

"Target pertumbuhan ekonomi 5.2 persen dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) tahun 2025 dapat tercapai," imbuhnya.

Selain itu, menurutnya, pemerintah akan terus memantau peningkatan konsumsi dan mobilitas masyarakat selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Seperti Nyepi dan Idulfitri yang berperan mendorong pertumbuhan ekonomi pada triwulan I/2025.

Baca Juga: Wacana Personel Damkar Tambah hingga 11 Ribu, Legislator Golkar Alia Noorayu Ungkap Kendala Utamanya

"Pemerintah juga memaksimalkan penyaluran Bansos. Seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako dan penyerapan gabah atau beras petani," tuturnya.

Ia menjelaskan, PKH Tahap I/2025 dengan anggaran Rp150 triliun diberikan oleh PT. Pos Indonesia dan Himbra, dengan prioritas bantuan cepat sasaran serta mendukung daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah.

"Selain itu, pemerintah juga menambahkan anggaran sebesar Rp16,6 triliun kepada Perum Bulog untuk menyerap beras hasil panen petani sebanyak 3 juta ton hingga April 2025," katanya.

Langkah tersebut, kata politisi Partai Golkar itu, bertujuan menjaga stabilitas harga beras dan memastikan ketersediaan stok pangan nasional.

"Dengan kata lain, mendukung penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat yang membutuhkan," tukasnya.

Selain itu, ia mengatakan, pemerintah juga memastikan pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pekerja swasta tepat waktu.

"ASN menerima THR tiga minggu sebelum Lebaran. Sedangkan pekerja swasta mendapatkannya seminggu sebelum Lebaran," terangnya.

Untuk mendukung aktivitas ekonomi selama Ramadan dan Lebaran, pemerintah juga meluncurkan berbagai stimulus. Di antaranya, diskon tiket pesawat yang berlaku mulai 25 Maret hingga 7 April 2025.

"Program tersebut bertujuan untuk mendukung pergerakan sekitar 180 juta orang. Termasuk 110 juta wisatawan selama periode Lebaran," terangnya.

Selain itu, lanjutnya, pemerintah juga memberikan diskon tarif tol 20 persen untuk perjalanan jarak jauh saat mudik Lebaran.

"Diskon tersebut diharapkan dapat menekan biaya transportasi serta memperlancar distribusi barang dan jasa," pungkasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y