Jakarta

Legislator Golkar Sebut Jakarta Harus Menuju Sistem Parkir Digital dan Nontunai

Ainun Kusumaningrum | 9 Juni 2025, 13:20 WIB
Legislator Golkar Sebut Jakarta Harus Menuju Sistem Parkir Digital dan Nontunai

AKURAT JAKARTA - Persoalan parkir liar dan penataan ruang yang semrawut di sejumlah titik Jakarta Timur menjadi perhatian khusus.

Wakil Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Alia Noorayu Laksono menyoroti parkir liar dan penataan ruang yang semrawut.

Dia mengaku menerima laporan warga daerah pemilihan, khususnya di Kecamatan Duren Sawit, Kramat Jati, dan Jatinegara.

Baca Juga: Bahas RKPD 2026 dan RKPD Perubahan 2025, Wakil Ketua Komisi A dari Golkar Alia Laksono Minta Prioritaskan Efesien Anggaran

“Di Jatinegara dan sekitar Pasar Gembrong, parkirnya semrawut. Bahkan memakan badan jalan,” ujar Alia.

Politisi Partai Golkar itu menjelaskan, kawasan dimaksud merupakan jalur utama yang padat kendaraan karena terdapat apartemen, underpass, dan pasar.

Namun, tegas Alia, kurangnya pengelolaan membuat lalu lintas menjadi kacau. Warga berharap ada solusi lahan parkir yang tertib dan efisien.

Baca Juga: Realisasi Retribusi Parkir Masih Rendah, Ketua Komisi C DPRD dari Golkar Minta Pemprov Gali Potensi Pendapatan

“Agar tidak mengganggu arus lalu lintas,” tegas Alia.

Dia menekankan, perlu mengedukasi masyarakat agar tidak memarkir kendaraan sembarangan. Terutama di jalan sempit yang rawan menghambat akses kendaraan darurat.

“Kalau ada kebakaran, mobil Damkar sering sulit lewat karena banyak kendaraan parkir sembarangan,” tutur Alia.

Karena itu, percepatan digitalisasi sistem parkir sangat diperlukan. Mengingat, Jakarta tengah bersiap memasuki usia lima abad, sekaligus menuju status sebagai kota global.

Kota Jakarta, tambah Alia, harus menuju sistem parkir digital dan nontunai.

“Juru parkir juga harus mampu menggunakan aplikasi dan tidak menarik tarif berlebih,” tukas dia. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.