Dinkes Ungkap Ada 60 Siswa di Jakarta Keracunan MBG, Penyebab Utama Karena Bakteri

AKURAT JAKARTA - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa terdapat sekitar 60 siswa dari 10 lokasi yang mengalami keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Dinkes DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengatakan, dari 60 siswa yang keracunan tersebut tidak sampai memerlukan peralatan medis lebih lanjut.
"Kejadian, kalau di Jakarta ada di 10 lokasi. Ada di 10 lokasi, tetapi sebenarnya siswa yang terdampak, yang sampai memerlukan peralatan kesehatan, di kita nggak terlalu banyak. Ada Sekitar 60-an dari seluruh lokasi. Jadi nggak yang sangat besar," ujar Ani kepada wartawan, dikutip Minggu (5/10/2025).
Lebih lanjut, Ani menjelaskan bahwa mayoritas siswa yang keracunan MBG tersebut disebabkan oleh bakteri.
Hal tersebut sesuai yang disampaikan oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.
"Ya secara umum adalah bakteri ya, secara umum adalah bakteri sebagian besar. Sesuai dengan yang disampaikan Pak Menkes kemarin, memang sebagian besar penyebabnya adalah bakteri. Kimia kita nggak ada ya, nggak ada. Semuanya bakteri," tuturnya.
Saat ini, kata Ani, pihaknya masih menyelidiki penyebab utama mengapa bakteri tersebut dapat masuk ke menu MBG dan meracuni para siswa tersebut.
Namun, ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta mendukung penuh program pemerintah pusat tersebut.
"Supaya program ini bisa berjalan dengan baik dan memberikan hal positif terhadap anak-anak kita. Itu konsepnya," kata Ani.
"Jadi kami support penuh terhadap prosesnya SLHS (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi), lalu kami juga akan support dan siap penuh apabila ada kejadian yang tidak diinginkan," tandasnya.
Sebelumnya, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa terdapat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak melaksanakan Standard Operating Procedure (SOP) dengan baik.
Hal tersebut menyusul maraknya kasus keracunan usai menyantap menu MBG yang menimpa sejumlah siswa di Jakarta.
Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, menjelaskan, SOP terkait penyediaan MBG sebenarnya sudah dibuat oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Namun, terdapat SPPG yang kurang melaksanakannya dengan baik.
"Sebenarnya kalau SOP sudah ada dari BGN, sudah jelas. Tetapi ketika kita melakukan monitoring, ternyata SOP tersebut kurang dilaksanakan dengan baik," ujar Hasudungan di Balai Kota Jakarta, Jumat (3/10/2025). (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Athletic Bilbao vs Getafe di La Liga, 25 Oktober 2026: Mampukah Los Leones Akhiri Tren Negatif?
- 2Prediksi Skor Cagliari vs Bologna di Serie A, 24 Oktober 2026: Siapakah yang Akan Kembali ke Jalur Kemenangan?
- 3Prediksi Skor Atalanta vs Frosinone di Serie A, 25 Oktober 2026: Misi La Dea Menghentikan Kejutan Tim Promosi
- 4Prediksi Skor Genoa vs Venezia di Serie A, 25 Oktober 2026: Mampukah Lagunari Lanjutkan Kejutan?
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Newcastle United di Premier League, 25 Oktober 2026: Mampukah The Eagles Manfaatkan Kerapuhan Pertahanan The Magpies?
- 6Prediksi Skor Real Sociedad vs Levante di La Liga, 26 Oktober 2026: Mampukah La Real Lanjutkan Tren Kemenangan?
- 7Prediksi Skor Hoffenheim vs Bayer Leverkusen di Bundesliga, 25 Oktober 2026: Duel Sengit di PreZero Arena
- 8Prediksi Skor Hull City vs Brentford di Premier League, 25 Oktober 2026: Mampukah The Tigers Hentikan Ketajaman The Bees?
- 9Kekurangan 464 Ribu Guru, CPNS 2027 Buka Peluang bagi Fresh Graduate
- 10Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih



