Jakarta

Dinkes Ungkap Ada 60 Siswa di Jakarta Keracunan MBG, Penyebab Utama Karena Bakteri

M Rahman Akurat | 5 Oktober 2025, 19:19 WIB
Dinkes Ungkap Ada 60 Siswa di Jakarta Keracunan MBG, Penyebab Utama Karena Bakteri

AKURAT JAKARTA - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa terdapat sekitar 60 siswa dari 10 lokasi yang mengalami keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Dinkes DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengatakan, dari 60 siswa yang keracunan tersebut tidak sampai memerlukan peralatan medis lebih lanjut.

"Kejadian, kalau di Jakarta ada di 10 lokasi. Ada di 10 lokasi, tetapi sebenarnya siswa yang terdampak, yang sampai memerlukan peralatan kesehatan, di kita nggak terlalu banyak. Ada Sekitar 60-an dari seluruh lokasi. Jadi nggak yang sangat besar," ujar Ani kepada wartawan, dikutip Minggu (5/10/2025).

Baca Juga: Viral! Burung Merak Milik Bamsoet Berkeliaran di Duren Sawit, Dinas KPKP: Harusnya Dikurung, Karena Bisa Sebarkan Penyakit

Lebih lanjut, Ani menjelaskan bahwa mayoritas siswa yang keracunan MBG tersebut disebabkan oleh bakteri.

Hal tersebut sesuai yang disampaikan oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.

"Ya secara umum adalah bakteri ya, secara umum adalah bakteri sebagian besar. Sesuai dengan yang disampaikan Pak Menkes kemarin, memang sebagian besar penyebabnya adalah bakteri. Kimia kita nggak ada ya, nggak ada. Semuanya bakteri," tuturnya.

Saat ini, kata Ani, pihaknya masih menyelidiki penyebab utama mengapa bakteri tersebut dapat masuk ke menu MBG dan meracuni para siswa tersebut.

Namun, ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta mendukung penuh program pemerintah pusat tersebut.

"Supaya program ini bisa berjalan dengan baik dan memberikan hal positif terhadap anak-anak kita. Itu konsepnya," kata Ani.

Baca Juga: Pemprov DKI Jamin Ketersediaan Pangan Strategis Hingga Akhir Tahun dan Libur Nataru, Berikut Rinciannya

"Jadi kami support penuh terhadap prosesnya SLHS (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi), lalu kami juga akan support dan siap penuh apabila ada kejadian yang tidak diinginkan," tandasnya.

Sebelumnya, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa terdapat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak melaksanakan Standard Operating Procedure (SOP) dengan baik.

Hal tersebut menyusul maraknya kasus keracunan usai menyantap menu MBG yang menimpa sejumlah siswa di Jakarta.

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, menjelaskan, SOP terkait penyediaan MBG sebenarnya sudah dibuat oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Namun, terdapat SPPG yang kurang melaksanakannya dengan baik.

Baca Juga: Prediksi Skor Espanyol vs Real Betis di La Liga, 5 Oktober 2025: Duel Ketat Dua Tim Berpoin Sama di RCDE Stadium

"Sebenarnya kalau SOP sudah ada dari BGN, sudah jelas. Tetapi ketika kita melakukan monitoring, ternyata SOP tersebut kurang dilaksanakan dengan baik," ujar Hasudungan di Balai Kota Jakarta, Jumat (3/10/2025). (*)

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.