Data Desil Lambat Diperbarui hingga Persulit Akses Bansos Pendidikan, Komisi E DPRD DKI Dorong Pembentukan Pansus

AKURAT JAKARTA – Komisi E DPRD DKI Jakarta mendorong pembentukan panitia khusus (pansus) untuk membahas persoalan data desil yang dinilai masih lambat diperbarui.
Persoalan tersebut dinilai berdampak terhadap masyarakat, khususnya dalam mengakses berbagai program bantuan sosial.
Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, M. Subki, mengatakan bahw persoalan desil menjadi salah satu hal yang disoroti dalam rapat pembahasan anggaran perubahan bersama Biro Kesejahteraan Sosial (Kessos) dan Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta.
Baca Juga: Terowongan MRT Bundaran HI-Kota Kini Sudah Terhubung, Pembangunan Fase 2A Capai 62,68 Persen
Menurut Subki, data desil berkaitan erat dengan berbagai program pemerintah, mulai dari bantuan sosial hingga pendidikan.
Karena itu, lambannya pembaruan data berpotensi menghambat masyarakat yang seharusnya mendapatkan layanan maupun bantuan.
"Yang paling disoroti tentu adalah masalah desil, karena ini terkait dengan fakir miskin ya, terus banyak urusan yang semua datanya tersangkut di desil. Pendidikan, sosial, termasuk di dalamnya bansos, banyak terhambat di desil," ujar Subki kepada wartawan, Jumat (14/8/2026).
Ia menjelaskan, data desil saat ini berada dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSN) yang dikelola secara nasional melalui Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Sosial (Kemensos).
Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah tidak dapat secara langsung mengubah data masyarakat yang mengalami perubahan kondisi ekonomi.
"Datanya kan itu ada di BPS sama Kemensos ya. Dan itu adanya di DTSN. Jadi agak lama naiknya, agak lama juga turunnya. Sehingga perubahan data desil yang hasil dari sanggah masyarakat juga dinilai sangat lambat," katanya.
Politikus PKS itu menyebut, sejumlah anggota DPRD DKI Jakarta bahkan mengusulkan agar persoalan tersebut dibahas melalui pansus.
Menurutnya, langkah itu diperlukan agar penanganan persoalan data desil di Jakarta dapat dilakukan lebih cepat.
"Maka ada beberapa usulan juga, anggota DPRD mengusulkan semacam pansus desil itu bisa didorong agar kemudian penanganan ini bisa lebih cepat," tuturnya.
Selain mendorong pembentukan pansus, DPRD DKI juga meminta adanya mekanisme manual untuk mempercepat proses sanggah masyarakat.
Sebab, jika seluruh perubahan harus dilakukan melalui sistem Kemensos, prosesnya dinilai membutuhkan waktu lama.
"Maka kita minta segera fiksasi masalah desil ini supaya masyarakat enggak bertanya-tanya dan disiapkan juga proses manualnya. Kalau semuanya lewat Kemensos.go.id itu lama perubahannya," kata Subki. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Catat! 12 Spot Nobar Gratis Final FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia vs Thailand di Tangerang Raya, Cek Lokasinya Di Sini
- 2Prediksi Skor Kosovo vs Austria di UNL, 4 Oktober 2026: Mampukah Dardanet Balas Kekalahan?
- 3Prediksi Skor Azerbaijan vs Lithuania di UNL, 4 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Malta vs Andorra di UNL, 4 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Dominasi?
- 5Info Lokasi Nobar Final FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia vs Thailand di Jakarta - Bandung, Cek di Sini!
- 6Prediksi Skor Belanda vs Serbia di UNL, 5 Oktober 2026: Oranje Incar Kemenangan Kedua
- 7Prediksi Skor Portugal vs Norwegia di UNL, 5 Oktober 2026: Duel Seru di Porto
- 8Prediksi Skor Yunani vs Jerman di UNL, 5 Oktober 2026: Mampukah Pasukan Klopp Membalas Kekalahan?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





