Legislator Golkar Dimaz Raditya Minta Pembahasan APBD DKI 2027 Ditunda, Soroti Defisit Rp240 Miliar

AKURAT JAKARTA – Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Dimaz Raditya, meminta pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta 2027 ditunda sementara.
Ia menilai, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) masih perlu mencari solusi atas selisih anggaran sekitar Rp240 miliar yang muncul dalam pembahasan.
Dimaz menyampaikan usulan tersebut dalam Rapat Badan Anggaran bersama jajaran eksekutif dan TAPD terkait APBD DKI Jakarta 2027, Senin (26/10/2026).
Menurutnya, pembahasan sebaiknya dilanjutkan setelah ada kejelasan mengenai solusi yang dapat ditempuh untuk mengatasi selisih anggaran tersebut.
Ia mengingatkan agar pembahasan tidak dilakukan berulang kali akibat perubahan posisi anggaran yang belum pasti.
"Alangkah baiknya kalau seandainya dari pihak eksekutif TAPD ini masih mencari cara, masih mencari solusi terkait adanya selisih, ini lebih baik kita tunggu dulu," kata Dimaz.
Ia kemudian meminta pimpinan rapat menentukan kembali waktu pembahasan apabila TAPD masih membutuhkan waktu untuk merumuskan solusi.
Menurut Dimaz, penundaan masih memungkinkan karena pembahasan berlangsung pada akhir Oktober, sementara rapat paripurna dijadwalkan pada 16 November 2026.
"Masih ada dua minggu sebenarnya, ya, untuk kita bisa menunggu dari TAPD ini kira-kira apakah ada solusi yang lebih baik supaya teman-teman Banggar juga bisa lebih legowo," ucapnya.
Dimaz mengatakan, masih banyak kebutuhan anggaran yang belum terakomodasi. Karena itu, ia berharap pembahasan tidak terburu-buru dilakukan sebelum persoalan selisih anggaran memiliki kejelasan.
Selain itu, ia menyoroti sejumlah pekerjaan rumah yang menurutnya masih perlu diperhatikan dalam pembahasan anggaran, termasuk utang subsidi public service obligation (PSO) sejak 2006.
"Masih ada utang dari 2006 terkait subsidi PSO. Masih ada, kan? Masih ada angka kemarin selisih yang kita taruh di SiLPA, itu juga harus dikembalikan," tutur Dimaz.
Ia menambahkan, masih terdapat usulan lain dari anggota dewan yang belum terakomodasi dalam pembahasan anggaran.
Atas dasar itu, Ketua Komisi C itu meminta TAPD memperjelas arah penyelesaian selisih anggaran sebelum pembahasan dilanjutkan.
Ia berharap kejelasan tersebut dapat mengurangi kemungkinan perubahan anggaran yang terlalu besar pada tahap berikutnya.
"Minimal hilalnya sudah kelihatan lebih jelaslah. Sehingga kalaupun ada deviasi, itu tidak jauh-jauh sekali," tukasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Athletic Bilbao vs Getafe di La Liga, 25 Oktober 2026: Mampukah Los Leones Akhiri Tren Negatif?
- 2Prediksi Skor Atalanta vs Frosinone di Serie A, 25 Oktober 2026: Misi La Dea Menghentikan Kejutan Tim Promosi
- 3Prediksi Skor Genoa vs Venezia di Serie A, 25 Oktober 2026: Mampukah Lagunari Lanjutkan Kejutan?
- 4Prediksi Skor Crystal Palace vs Newcastle United di Premier League, 25 Oktober 2026: Mampukah The Eagles Manfaatkan Kerapuhan Pertahanan The Magpies?
- 5Prediksi Skor Real Sociedad vs Levante di La Liga, 26 Oktober 2026: Mampukah La Real Lanjutkan Tren Kemenangan?
- 6Prediksi Skor Hoffenheim vs Bayer Leverkusen di Bundesliga, 25 Oktober 2026: Duel Sengit di PreZero Arena
- 7Prediksi Skor Hull City vs Brentford di Premier League, 25 Oktober 2026: Mampukah The Tigers Hentikan Ketajaman The Bees?
- 8Prediksi Skor Sunderland vs Leeds United di Premier League, 25 Oktober 2026: Mampukah The Black Cats Bangkit di Kandang?
- 9Kekurangan 464 Ribu Guru, CPNS 2027 Buka Peluang bagi Fresh Graduate
- 10Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih





