Wacana Ganjil Genap 24 Jam Berdampak, Dishub DKI: Jakarta Belum Bisa Terapkan

AKURAT.CO - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta bakal mengkaji usulan kebijakan ganjil genap 24 jam untuk meredam polusi udara di Jakarta.
Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo menyebut bahwa usulan tersebut perlu dikaji mengingat ada beberapa kegiatan yang terdampak jika gage diterapkan selama 24 jam.
"Ganjil genap 24 jam tentu itu baik, namun perlu kita perhatikan bahwa banyak kegiatan-kegiatan lain yang akan terdampak jika diterapkan ganjil genap 24 jam," ujar Syafrin saat dikonfirmasi, Selasa (29/08).
Baca Juga: Catat! Kendaraan Tidak Lulus Uji Emisi Bakal Ditilang hingga Dilarang Masuk Jakarta
Lebih lanjut, Syafrin menuturkan soal jam penerapan gage sendiri sudah dikaji sejak awal kebijakan tersebut dicanangkan.
"Oleh sebab itu kenapa dulu, ini termasuk yang dianalisis pada saat kita akan menerapkan ganjil genap. Karena pada waktu-waktu tertentu ada kebutuhan sektor lain yang tidak bisa ditunda," paparnya.
Lanjut Syafrin, atas kajian itulah kemudian gage hanya diterapkan di jam-jam tertentu saja.
Baca Juga: Ada Unjuk Rasa di Patung Kuda, Sejumlah Rute Transjakarta Dialihkan
"Oleh sebab itu ganjil genap diterapkan pada titik pagi, jam sibuk tertinggi. Kemudian demikian pula pada sore hari," ungkapnya.
Syafrin menilai, atas dasar itu kebijakan gage selama 24 jam belum dapat diterapkan di Jakarta.
"Jakarta belum menerapkan itu," singkatnya.
Sebelumnya, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono berencana akan mengadakan pertemuan dengan kepala daerah di sekitar Jakarta, seperti Bogor, Depok, Bekasi, dan Tangerang.
Pertemuan itu untuk membahas usulan kebijakan ganjil genap (gage) agar diterapkan selama 24 jam sebagai salah satu upaya meredam polusi udara.
"Ya, sedang kami bahas, (pertemuan) minggu depan," kata Heru di Jakarta Barat, Sabtu (26/08).
Heru menambahkan, usulan ini pun masih perlu dikaji dan dipertimbangkan matang-matang.
Mengingat beberapa ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan, seperti dampak dan jumlah kendaraan yang dimiliki setiap warga.
"Kalau gage 24 jam kan bisa mengurangi warga yang ingin melakukan kegiatan di luar dari jam itu. Kita pikirkan dampaknya," terang Heru.
"Kan tidak semua punya (kendaraan) ganjil dan genap, kalau yang punya dua atau tiga kendaraan nomernya ganjil genap si bisa saja. Itu nanti kita pikirkan," lanjutnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Nottingham Forest vs Coventry City di Premier League, 19 September 2026: Mampukah The Sky Blues Hentikan Tren Buruk?
- 2Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Premier League, 19 September 2026: Duel Ketat Dua Tim Papan Tengah di Hill Dickinson
- 3Prediksi Skor Newcastle United vs Hull City di Premier League, 19 September 2026: Misi The Magpies Bangkit dari Kekalahan Telak
- 4Prediksi Skor Stuttgart vs Borussia Dortmund di Bundesliga, 19 September 2026: Bisakah Die Roten Hentikan Laju BVB?
- 5Prediksi Skor Celta Vigo vs Racing Santander di La Liga, 19 September 2026: Mampukah Los Celestes Raih Kemenangan Perdana?
- 6Prediksi Skor Venezia vs Lazio di Serie A, 20 September 2026: Mampukah Biancocelesti Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Athletic Bilbao vs Deportivo Alaves di La Liga, 19 September 2026: Mampukah Los Leones Balas Kekalahan Musim Lalu?
- 8Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Ligue 1, 20 September 2026: Duel Ketat Dua Tim Belum Terkalahkan
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







