Bermula dari Solo, Begini Sejarah Halal Bi Halal Versi Martabak Malabar

AKURAT JAKARTA - Ada banyak versi terkait sejarah Halal bi Halal yang kini menjadi tradisi di Hari Raya Idul Fitri, salah satunya adalah bermula dari martabak Malabar di Solo.
Halal bi Halal sendiri jadi sebuah tradisi bermaaf-maafan yang kerap dilakukan oleh masyarakat muslim di Indonesia ketika momen Lebaran.
Berubah menjadi sebuah tradisi karena halal bi halal terjadi secara mandiri dalam sosial budaya masyarakat Indonesia.
Lalu bagaimana sejarah halal bi halal versi martabak Malabar yang awalnya berkembang di Solo?
Baca Juga: Mengenal Sejarah Idul Fitri, Hari Raya yang Paling Dinantikan Umat Islam di Seluruh Dunia
Martabak Malabar
Salah satu sejarah halal bi halal yang berkembang di Indonesia adalah versi martabak Malabar.
Versi ini bermula dari penjual martabak di Taman Sriwedari, Solo sekitar tahun 1935/1936.
Saat itu, martabak merupakan kuliner baru yang datang dan dikenalkan oleh orang India.
Munculnya kata halal bi halal berawal dari orang pribumi yang mempromosikan martabak orang India tersebut.
Baca Juga: Pernah Ganti Nama Sebanyak 13 Kali, Berikut Ini Sejarah Kota Jakarta
Pribumi tersebut promosi dengan cara berteriak "Martabak Malabar, halal bin halal, halal bin halal."
Istilah ini kemudian semakin populer di masyarakat Solo yang pergi ke Sriwedari ketika Hari Raya Idul Fitri.
Berawal dari situ, istilah halal bi halal kemudian berkembang menjadi sebutan tradisi bermaaf-maafan di hari lebaran.
Pendapat ini diperkuat dengan adanya kata 'halal behalal' dalam kamus Jawa-Belanda terbitan tahun 1938.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









