Pengacara Novi Buka Suara Usai Disebut Minta Ditraktir Makan di Resto Rp600 Ribu, Gerry: Saya Ditraktir Es Kopi, yang Makan Keluarga Agus

AKURAT JAKARTA - Agus Salim baru-baru ini kembali buat kontroversial usai mengaku "dipaksa" membayar makanan milik kuasa hukum Pratiwi Noviyanthi direstoran sebesar Rp600 ribu.
Pengakuan itu ia sampaikan langsung disebuah podcast milik Uya Kuya yang tayang pada Minggu (27/10) lalu.
Dalam wawancaranya, Agus beserta keluarga dan kuasa hukumnya menyebut harus mengeluarkan biaya tambahan dengan uang pribadi untuk membeli makanan kuasa hukum Pratiwi Noviyanthi.
"Nah setelah minum itu kan kirain kuasa hukumnya yang bayarin. Kan lumayan lah itu ya 600 sekian (ribu) lah itu. Yang bayar istri pakai uang pribadi," kata Agus.
Tak hanya itu, dalam klarifikasinya, Agus seperti mengakui jika dirinya keberatan membayar tagihan restoran tersebut.
Lantaran nominal yang dibayarkan cukup besar.
"Enggak lah (menepis pernyataan Farhat Abbas yang dipakai uang donasi) jadi itu uang pribadi kita jadinya jatuhnya," tambahnya lagi.
Pernyataan itu sontak membuat netizen terkejut.
Pasalnya, tak lama setelah itu pengacara Pratiwi Noviyanthi mengklarifikasi soal uang Rp600 ribu yang digunakan untuk mentraktir makan dirinya.
Ia menyebut bahwa dalam tuduhan itu sama sekali tidak benar adanya.
Pengacara yang diketahui bernama Gerry itu mengaku ditraktir dan hanya memesan es kopi tanpa memesan makanan.
"Kebetulan saya ditraktir kopi. Es kopi susu disitu. Enggak makan, yang makan ya mas Agus dan keluarga ya," tuturnya.
Gerry juga menambahkan bahwa dirinya mempunyai bukti saat kejadian.
Dalam foto tersebut hanya terpampang gelas bekas es kopi susu yang masih diminum setengah diatas meja.
"Pada saat itu bisa dicek itu ada fotonya tuh ada gelasnya," lanjutnya.
Menurutnya, ia tak ingin membahas hal ini lantaran bukan termasuk topik yang etis untuk dibahas di konferensi pers.
Namun perkara itu terlanjur disebut oleh Agus beserta kuasa hukumnya, sehingga ia memutuskan untuk membukanya didepan publik.
"Sebenernya menurut kita kurang etis ya dibahas itu. Tapi kalau memang sudah dibahas ya sudah. Kita juga bantu luruskan," tandasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Anderlecht vs RB Salzburg di UEL, 6 November 2026: Adu Kuat Rekor Kandang dan Tandang
- 2Prediksi Skor NEC Nijmegen vs Omonia di UEL, 6 November 2026: Misi Menghentikan Tren Negatif di De Goffert
- 3Prediksi Skor Lillestrom vs Viktoria Plzen di UEL, 6 November 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Norwegia
- 4Prediksi Skor Levski Sofia vs Jagiellonia di UEL, 6 November 2026: Momentum Positif Jadi Modal Kedua Tim
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Hoffenheim di UEL, 6 November 2026: Duel Tim Terpuruk di Selhurst Park
- 6Prediksi Skor Sparta Praha vs Bournemouth di UEL, 6 November 2026: Akankah Runtunan Kemenangan The Cherries Terus Berlanjut?
- 7Prediksi Skor Real Sociedad vs Lyon di UEL, 6 November 2026: Duel Sengit di Reale Arena
- 8Prediksi Skor AC Milan vs Ferencvaros di UEL, 6 November 2026: Momentum Derby Jadi Modal Rossoneri
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




