Jejak Sejarah Perayaan Malam Tahun Baru, Meriahkan Awal Tahun

AKURAT JAKARTA - Perayaan Tahun Baru telah menjadi bagian integral dari budaya manusia sejak ribuan tahun yang lalu.
Meskipun variasi tradisi terjadi di berbagai belahan dunia, banyak budaya memiliki persamaan dalam merayakan pergantian tahun.
Dilansir dari beberapa sumber, salah satu akar asal usul Tahun Baru dapat ditelusuri ke peradaban Mesopotamia kuno.
Baca Juga: Tips Tetap Sehat Usai Rayakan Malam Pergantian Tahun Baru 2025
Mereka mengamati siklus alamiah perubahan musim dan menciptakan kalender pertama.
Perayaan Tahun Baru mereka, yang disebut "Akitu", dipenuhi dengan upacara keagamaan, pesta, dan tarian untuk memohon keberkahan dari para dewa.
Di Tiongkok, Tahun Baru dirayakan dengan Festival Musim Semi, yang menandai awal siklus pertanian baru.
Baca Juga: Mengabadikan Momen Malam Tahun Baru dengan Gaya: Trik Fotografi Menggunakan Smartphone Android
Tradisi tersebut melibatkan upacara keluarga, pesta kembang api, dan tarian naga yang menggambarkan semangat pemberian dan harapan.
Sementara itu, masyarakat Romawi kuno merayakan Januarius sebagai bulan pertama dalam kalender mereka, dan perayaan awal tahun ini disebut "Kalends".
Upacara termasuk pesta di kuil dewa Janus, yang dianggap sebagai dewa gerbang dan awal.
Seiring berjalannya waktu, perayaan Tahun Baru terus berkembang dan menyebar ke seluruh penjuru dunia dengan berbagai tradisi lokal.
Baca Juga: Manfaat Buah Nangka untuk Kesehatan: Cegah Kanker sampai Penuaan Dini
Saat ini, banyak orang merayakan pergantian tahun dengan pesta kembang api, doa, dan harapan baru untuk masa depan.
Sebagai titik awal yang dihormati dalam berbagai budaya, Tahun Baru tidak hanya merayakan waktu, tetapi juga memupuk semangat persatuan, harapan, dan keberanian untuk menghadapi masa depan yang belum terungkap.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









