Jakarta

Sleep Tourism, Wisata Aneh yang Justru Dicari Banyak Orang

Zainal Abidin | 7 Juni 2025, 20:45 WIB
Sleep Tourism, Wisata Aneh yang Justru Dicari Banyak Orang

AKURAT JAKARTA - Sleep Tourism 2025 menjadi fenomena baru dalam dunia pariwisata global.

Sleep tourism atau wisata tidur kini tak hanya sekadar tren, melainkan kebutuhan yang banyak dicari wisatawan modern.

Di tahun 2025, sleep tourism semakin populer seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya kualitas tidur dalam menjaga kesehatan fisik dan mental.

Baca Juga: Hotel atau Homestay? Simak Tips Ini Agar Kamu Tak Salah Pilih Akomodasi Liburan!

Fenomena ini muncul sebagai respons atas kelelahan kolektif akibat pandemi dan tekanan hidup yang terus meningkat.

Setelah bertahun-tahun hidup dalam tekanan pekerjaan, jadwal padat, dan tuntutan sosial, banyak orang mulai mengubah cara mereka merayakan liburan: dari petualangan aktif menjadi momen istirahat total.

Sleep tourism bukanlah liburan mewah biasa.

Baca Juga: Makan Kentang Bisa Bikin Keracunan! Ini Tanda Bahaya yang Sering Diabaikan

Dilansir dari Real Simple, hotel dan resort kini mulai menyediakan paket liburan khusus yang dirancang untuk memperbaiki kualitas tidur para tamu.

Mulai dari ruangan kedap suara, bantal ergonomis, kasur dengan teknologi penyesuaian tubuh, hingga program khusus seperti meditasi malam, yoga, dan sound therapy.

Tak hanya hotel, kamu pun bisa mencoba pengalaman sleep tourism versi rumahan.

Baca Juga: Menyelami Budaya Pop Jepang Lewat Anime Festival Asia Indonesia 2025 di Jakarta

Caranya cukup sederhana: ubah kamar menjadi tempat ternyaman untuk beristirahat.

Gunakan seprai berkualitas tinggi, pasang tirai anti cahaya (blackout), matikan semua notifikasi, dan pilih bantal serta kasur terbaik sesuai kebutuhan tidurmu.

Agar lebih maksimal, kamu bisa menciptakan suasana seperti sleep retreat, dengan kegiatan seperti:

Baca Juga: Kolesterol Naik Setelah Idul Adha 2025? Lakukan 5 Langkah Ini Sebelum Terlambat

  • Yoga malam hari untuk melepas ketegangan

  • Mendengarkan white noise atau suara alam

  • Mandi air hangat dengan minyak esensial

  • Membaca buku ringan sambil minum sleepy girl mocktail (kombinasi ceri tart dan magnesium)

  • Menjauh dari gawai dan rutinitas harian

Baca Juga: Konser Gratis Tulus di Jakarta, Jangan Lupa Datang Catat Lokasi dan Waktunya di Sini

Di era serba cepat ini, tidur nyenyak bukan sekadar kebutuhan biologis, ia telah menjadi bentuk kemewahan yang dicari dalam liburan. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.