Jakarta

Tiga Program Sastra Terbaik BINUS University Gelar Cultureverse 2025, Hadirkan Saykoji hingga Putri Indonesia Sonia Fergina

Sastra Yudha | 20 Oktober 2025, 12:17 WIB
Tiga Program Sastra Terbaik BINUS University Gelar Cultureverse 2025, Hadirkan Saykoji hingga Putri Indonesia Sonia Fergina

AKURAT JAKARTA – Faculty of Humanities BINUS University sukses menggelar Cultureverse 2025, yang berlangsung selama dua hari, 20 dan 21 Oktober 2025.

Cultureverse 2025 merupakan festival multikultural yang menghadirkan perayaan bahasa, seni, kreativitas, dan kuliner.

Festival ini menjadi wadah bagi tiga program sastra unggulan BINUS University, yaitu Japanese Popular Culture, Creative Digital English, dan Global Business Chinese, untuk menampilkan keunikan dan inovasinya.

Baca Juga: Harlah ke-61, Golkar DKI Ziarah ke Taman Makam Pahlawan Kalibata

Cultureverse 2025 secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor, Prof. Dr. Engkos Achmad Kuncoro, di Auditorium Binus Campus Anggrek Kemanggisan, Senin (20/10/2025).

Dalam sambutannya, Prof Engkos menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tiga program sastra di Faculty of Humanities yang berhasil menghadirkan festival yang menghidupkan semangat kebudayaan di tengah masyarakat modern.

Dikatakan Prof Engkos, ketiga program sastra di Faculty of Humanities ini hadir untuk menjawab kebutuhan nyata generasi muda yang tidak lagi hanya menjadi penikmat budaya, tetapi juga menjadi pencipta dan penggerak tren.

Program Japanese Popular Culture (JPC), misalnya, merespons gelombang J-pop
yang telah menjadi gaya hidup generasi Z di seluruh dunia melalui kegiatan seperti
Coswalk Competition, J-Pop Karaoke Session, dan Japanese Pop Quiz Competition.

Mahasiswa dan pengunjung diajak lebih dekat dengan dunia pop Jepang yang selama ini mereka nikmati lewat anime, manga, musik, dan fashion.

Baca Juga: Desa Surya Bahari Gelar Nadran atau Pesta Laut, Bupati Tangerang Apresiasi Para Nelayan yang Terus Lestarikan Budaya

Sementara Calligraphy Session menghadirkan harmoni antara tradisi Jepang yang klasik dengan semangat kreatif para generasi muda saat ini.

Di sisi lain, Creative Digital English (CDE) mengangkat fenomena era digital storytelling, di mana bahasa Inggris menjadi bahasa internasional yang mendorong para generasi muda untuk berekspresi.

Festival ini dibuka dengan Word to Canvas Adaptation Competition, yang mengundang siswa SMA untuk menuangkan puisi ke dalam bentuk visual art di atas kanvas.

Kompetisi ini sekaligus memberi ruang bagi peserta untuk berbagi cerita dan emosi melalui Canvas Talk.

Creative Digital English juga menampilkan pertunjukan spesial Broadway performance, yang dibawakan oleh mahasiswa Creative Digital English.

Baca Juga: TransJakarta Cari Talenta Muda! 6 Posisi Bergengsi Dibuka Oktober Ini

Melalui adaptasi teater musikal ini, para mahasiswa menunjukkan bagaimana kemampuan bahasa, sastra, dan seni pertunjukan dapat berpadu menjadi bentuk ekspresi kreatif yang
menginspirasi.

Sementara itu, Global Business Chinese (GBC) menyoroti pentingnya bahasa Mandarin di tengah meningkatnya hubungan dagang dan budaya dengan Tiongkok.

Melalui lomba desain “Harmoni Dua Bahasa” bersama Taipei Economic and Trade Office (TETO), program ini mengajak generasi muda untuk menghubungkan dua budaya lewat karya desain.

Kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang kreativitas, tetapi juga memperlihatkan bagaimana bahasa Mandarin bisa membuka peluang di bidang bisnis, ekonomi, dan pertukaran budaya internasional.

Selain kompetisi, GBC juga menghadirkan penampilan spesial Guzheng Performance, alat musik tradisional Tiongkok yang melambangkan keindahan dan harmoni dalam budaya Mandarin.

Baca Juga: Hutan Kota Srengseng, Tempat Sampah yang Disulap Jadi Surga Hijau Jakarta Barat

Penampilan ini disajikan berdampingan dengan Taiko Performance dari Japanese Popular Culture (JPC), menciptakan perpaduan unik antara budaya Jepang dan Tiongkok yang menggambarkan semangat unity in diversity di dalam Cultureverse 2025.

Kedua pertunjukan tersebut menjadi simbol persahabatan antarbudaya serta menunjukkan bagaimana musik tradisional tetap bisa relevan dan memikat di tengah dunia modern.

Puncaknya, Talkshow Creative Expression dan performance, akan digelar pada Selasa, 21 Oktober 2025.

Talkshow menghadirkan rapper ternama Saykoji, musisi dan sekaligus dosen CDE Aziz ‘Comi’ dari group band Payung Teduh, penulis sekaligus alumni CDE Sofi Meloni, serta Puteri Indonesia 2018 dan alumni CDE Sonia Fergina.

Talkshow ini menegaskan bagaimana bahasa dapat bertransformasi menjadi medium kolaborasi seni, musik, dan sastra.

Cultureverse 2025 ini turut dihadiri Direktur Sarana dan Prasarana, Kementerian Kebudayaan Indonesia, Feri A. Sipado.

Baca Juga: 5 Bandara Dunia di Luar Negara Islam yang Paling Ramah Wisatawan Muslim

Mewakili Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, Feri menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan CultureVerse yang berperan penting dalam menumbuhkan apresiasi budaya di kalangan generasi muda.

Karena di era sekarang, budaya populer, teknologi digital, dan interaksi lintas budaya semakin memengaruhi kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Fenomena seperti maraknya pop culture yang semakin diminati para generasi muda dan cenderung menjadi tren telah membentuk cara mereka belajar, berkreasi, dan berinteraksi.

Dekan Faculty of Humanities BINUS University, Dr. Elisa Carolina Marion, menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan acara ini.

“CultureVerse 2025 menjadi bukti bahwa belajar bahasa asing tidak hanya soal teori, tetapi juga bagaimana bahasa bisa membuka ruang untuk kreativitas, kolaborasi, dan pengalaman nyata," tegasnya.

"Melalui festival ini, kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa BINUS University mampu menjadi generasi yang kreatif, terbuka pada budaya, dan siap bersaing di dunia global,” ujarnya lagi.

Baca Juga: Jangan Dibuang! Ini Manfaat Kulit Jeruk untuk Tubuh dan Kulit

Dengan tema besar “Celebrate the Future Through Language, Art, and Creativity”, CultureVerse 2025 berhasil menghadirkan pengalaman multikultural yang meriah dan bermakna.

Kegiatan ini menegaskan komitmen BINUS University untuk terus menghadirkan pendidikan yang relevan, kreatif, dan berdaya saing global. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.