Manfaat Teh Herbal yang Jarang Kamu Sadari di Tengah Banyaknya Polusi Udara

AKURAT JAKARTA - Di tengah banyaknya polusi seperti saat ini, teh herbal kini semakin diperhatikan karena banyak orang mencari cara alami untuk menjaga tubuh tetap kuat menghadapi udara kotor.
Teh herbal bukan sekadar minuman hangat, melainkan pilihan yang semakin relevan saat polusi udara meningkat.
Kamu mungkin selama ini hanya mengonsumsinya untuk relaksasi, padahal teh herbal di musim polusi memiliki manfaat lebih luas bagi kesehatan tubuh.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan kualitas udara, kebutuhan akan minuman alami yang mendukung sistem imun pun ikut bertambah.
Karena itu, penting bagi kamu untuk memahami bagaimana teh herbal bekerja membantu tubuh tetap fit ketika udara sedang tidak bersahabat.
Mengonsumsi teh herbal hangat selain dapat menenangkan diri dan memberi energi, juga dapat membantu tubuh lebih sehat dalam mengatasi udara yang berpolusi.
Baca Juga: CNBLUE Bakal Gelar Tour Global 2026, Konser di Jakarta pada 18 April, Berikut Jadwal Lengkapnya
Dilansir dari laman Hindustan Times, Minggu (16/11), Payal Sharma, ahli gizi senior di Rumah Sakit Superspesialti Dharamshila Narayana, Delhi, menyampaikan bahwa teh herbal merupakan alternatif lain yang bisa dipilih selain teh chia yang berbahan dasar susu.
“Teh herbal merupakan pengganti yang bermanfaat untuk teh chai tradisional berbahan dasar susu. Kaya akan antioksidan dan senyawa tumbuhan, teh herbal ini dapat membantu mengurangi peradangan dan mendukung detoksifikasi, yang keduanya penting ketika tubuh terpapar udara yang tercemar,” tegas ahli gizi tersebut.
Teh herbal telah lama memiliki reputasi positif karena manfaatnya yang menyehatkan serta bebas kafein.
Baca Juga: Kesalahan Sehari-Hari yang Diam-Diam Membuat Warna Kulit Tidak Merata
Kandungan antioksidan di dalamnya berperan penting dalam mengurangi stres oksidatif, efek umum dari paparan polusi jangka panjang.
Teh herbal bekerja dengan cara menetralkan radikal bebas berbahaya sehingga membantu meredakan tekanan yang dialami tubuh akibat udara kotor.
Secara keseluruhan, minuman ini mendukung kekebalan tubuh dan menjaga kesehatan secara menyeluruh.
Baca Juga: Nggak Perlu Beli Skincare Baru, Ini Tips Jaga Kulit Saat Musim Hujan
Payal juga mencantumkan empat jenis teh herbal yang dinilai efektif mendukung stamina di musim polusi.
Salah satu yang paling sering direkomendasikan adalah teh tulsi.
Teh ini dikenal dengan kandungan antioksidan tinggi, membantu menetralkan radikal bebas sekaligus mendukung fungsi paru-paru serta respons imun, sangat penting saat kabut asap sedang pekat.
Jenis kedua adalah teh jahe, yang mengandung gingerol, senyawa alami dengan sifat anti-inflamasi dan antimikroba.
Rutin mengonsumsinya dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan pernapasan, membersihkan lendir, dan menenangkan tenggorokan.
Kemudian ada teh pepermin, dikenal memiliki efek pendinginan dan dekongestan.
Teh ini membantu merilekskan saluran pernapasan, memberikan kelegaan ketika hidung tersumbat atau dada terasa sesak, dan juga mendukung pencernaan yang sering terganggu saat tubuh berada di bawah tekanan lingkungan.
Terakhir, ahli gizi tersebut menyarankan teh hijau, yang kaya polifenol dan berperan besar dalam mengurangi stres oksidatif serta mendukung fungsi hati.
Kandungan alaminya membantu proses detoksifikasi dari polutan yang masuk ke dalam tubuh.
Baca Juga: Disney Bakal Manfaatkan AI untuk Konten Kreatif
Namun penting untuk dicatat, tidak ada minuman yang dapat memberikan perlindungan total.
Meski begitu, teh herbal bisa menjadi bagian dari rutinitas kesehatan yang lebih menyeluruh selama musim polusi, membantu tubuh tetap tangguh menghadapi kondisi udara yang memburuk. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Anderlecht vs RB Salzburg di UEL, 6 November 2026: Adu Kuat Rekor Kandang dan Tandang
- 2Prediksi Skor NEC Nijmegen vs Omonia di UEL, 6 November 2026: Misi Menghentikan Tren Negatif di De Goffert
- 3Prediksi Skor Lillestrom vs Viktoria Plzen di UEL, 6 November 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Norwegia
- 4Prediksi Skor Levski Sofia vs Jagiellonia di UEL, 6 November 2026: Momentum Positif Jadi Modal Kedua Tim
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Hoffenheim di UEL, 6 November 2026: Duel Tim Terpuruk di Selhurst Park
- 6Prediksi Skor Sparta Praha vs Bournemouth di UEL, 6 November 2026: Akankah Runtunan Kemenangan The Cherries Terus Berlanjut?
- 7Prediksi Skor Real Sociedad vs Lyon di UEL, 6 November 2026: Duel Sengit di Reale Arena
- 8Prediksi Skor AC Milan vs Ferencvaros di UEL, 6 November 2026: Momentum Derby Jadi Modal Rossoneri
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!


