Jakarta

Munas X HWK 2026 Mulai Digelar, Bahas Penguatan Peran Politik Perempuan di Era Perkembangan Digital dan AI

Laode Akbar | 3 November 2026, 20:32 WIB
Munas X HWK 2026 Mulai Digelar, Bahas Penguatan Peran Politik Perempuan di Era Perkembangan Digital dan AI
Prosesi Pembukaan Munas X HWK oleh Sekjen DPP Golkar, Sarmuji, dan Ketua DPP HWK Golkar, Dany Soedarsono. (Laode/Akurat Jakarta)

AKURAT JAKARTA – Himpunan Wanita Karya (HWK) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) ke-10 pada 3–4 November 2026 di Hotel Royal Kuningan, Jakarta Selatan.

Munas kali ini mengangkat tema "Konsolidasi HWK dalam Penguatan Peran Politik Perempuan di Era Digital".

Acara tersebut turut dihadiri Ketua DPP HWK, Dany Soedarsono; Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Golkar, M. Sarmuji; Ketua Panitia Pelaksana Munas X HWK sekaligus Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah; serta jajarannya.

Ketua Umum DPP HWK, Dany Soedarsono, mengatakan Munas ke-10 menjadi momentum penting bagi organisasi untuk memperkuat konsolidasi sekaligus merespons berbagai tantangan yang dihadapi perempuan di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI).

Menurut Dany, perempuan saat ini menghadapi persoalan yang semakin kompleks, mulai dari tekanan ekonomi, ketimpangan sosial, hingga maraknya perilaku negatif di ruang digital yang merendahkan martabat perempuan.

Baca Juga: Menuju Munas X, HWK Gelar Rapimnas 2026 Bahas Peranan Politik Perempuan di Era Digital

"Krisis tersebut semakin menguat seiring meluasnya penggunaan media sosial yang menjadi ajang civility wars, yaitu pertarungan dalam ruang interaksi sosial yang kerap diwarnai perilaku yang tidak beradab, saling menghina, saling mencela, dan kemampuan memanfaatkan piranti perangkat digital serta muatan pesan seksual yang merendahkan martabat perempuan," kata Dany dalam sambutannya di Munas X HWK, Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Ia menilai, perkembangan teknologi juga membawa tantangan tersendiri terhadap kualitas informasi yang diterima masyarakat.

Terlebih, pengetahuan melalui digitalisasi dan kecerdasan buatan cenderung diperoleh secara instan sehingga kedalaman pemahaman terhadap suatu persoalan bergantung pada penggunanya.

Karena itu, Dany menegaskan HWK perlu mengambil peran dalam meningkatkan wawasan masyarakat agar perkembangan teknologi tidak menggerus nilai-nilai kebangsaan dan moralitas.

"HWK berpandangan pentingnya melakukan konsolidasi wawasan, konsolidasi organisasi, dan juga program guna pencapaian visi dan misi kelembagaan," ujarnya.

Dany juga menyoroti pentingnya penguatan posisi perempuan dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan politik.

Menurutnya, perempuan tidak seharusnya hanya dinilai berdasarkan penampilan atau kecantikan, melainkan juga kapasitas, kompetensi, serta kontribusi pemikirannya.

Ia menyebut, penguatan peran perempuan menjadi semakin mendesak di tengah krisis kepercayaan yang berpotensi berkembang menjadi krisis kepemimpinan dan krisis peradaban.

"Pada titik inilah peranan perempuan merupakan keniscayaan," tegasnya.

Ia pun mengingatkan agar HWK tidak menjalankan organisasi dengan pola kerja yang biasa-biasa saja atau business as usual.

Sebab, organisasi harus mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan dan menjawab kebutuhan masyarakat.

"Saya menegaskan keberhasilan organisasi tidak ditentukan oleh persoalan kemasan, tapi bagaimana kita melaksanakan amanah masyarakat dengan baik, benar, berani, bertanggung jawab, dan jujur," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Munas X HWK, Intan Nurul Hikmah, menyampaikan bahwa Munas kali ini diikuti hampir 200 peserta yang hadir secara langsung dari 30 DPD provinsi.

Adapun peserta dari provinsi lainnya turut berpartisipasi melalui konferensi daring Zoom sehingga pelaksanaan Munas dapat menjangkau lebih banyak perwakilan daerah.

Intan menjelaskan, rangkaian persidangan Munas X HWK berlangsung selama dua hari, yakni 3 dan 4 November 2026.

Agenda persidangan mencakup sidang paripurna untuk membahas materi organisasi sesuai tata tertib dan mekanisme persidangan yang telah ditetapkan.

"Munas ke-10 merupakan momentum strategis bagi Himpunan Wanita Karya untuk melakukan evaluasi, konsolidasi, serta merumuskan arah dan langkah organisasi ke depan agar semakin solid, adaptif, dan mampu menjawab tantangan zaman," kata Intan.

Ia berharap seluruh rangkaian persidangan berlangsung tertib, demokratis, dan produktif serta menghasilkan keputusan strategis bagi keberlanjutan organisasi.

Intan juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pimpinan Partai Golkar, anggota DPR RI, DPRD Provinsi DKI Jakarta, DPRD Kabupaten Tangerang, serta organisasi dan tamu undangan yang hadir dalam pembukaan Munas tersebut. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y