Jakarta

8 Langkah Pemulihan Trauma Pascabencana yang Perlu Dilakukan Penyintas

Zainal Abidin | 5 Desember 2025, 21:00 WIB
8 Langkah Pemulihan Trauma Pascabencana yang Perlu Dilakukan Penyintas

AKURAT JAKARTA - Trauma pascabencana sering menjadi tantangan besar bagi para penyintas, dan kamu mungkin pernah mendengar bagaimana kondisi ini memengaruhi kehidupan seseorang dalam jangka panjang.

Banyak penyintas yang berjuang diam-diam menghadapi kecemasan, kehilangan rasa aman, hingga kesulitan kembali menjalani rutinitas.

Saat bencana terjadi, dampak yang ditimbulkan tidak hanya berupa kerusakan fisik atau kerugian materi, tetapi juga tekanan emosional yang berat.

Baca Juga: Yuk! Nonton Wayang di Pendopo Kampung Seni Borobudur pada 12 Desember, Dalang Kolaborasi Ki Sujiwo Tejo dan Ki Sindhunata, Lakon Sang Rahvana

Kamu mungkin melihat bagaimana para penyintas merasakan kilas balik, kecemasan mendadak, atau ketidaknyamanan saat dihadapkan pada situasi tertentu.

Kondisi ini menjadi tanda trauma pascabencana yang memerlukan perhatian serius serta dukungan tepat dari banyak pihak, termasuk keluarga, relawan, hingga tenaga profesional.

Trauma dapat muncul dalam bentuk rasa takut, mimpi buruk, atau perasaan tidak aman.

Baca Juga: Jangan Lupa! Benteng Culture Festival 2025 di Mall Metropolis Tangerang Dimulai Hari Ini hingga Minggu Lusa, Dimeriahkan Konser Gratis D'Masiv

Beberapa orang bisa pulih lebih cepat dengan lingkungan yang suportif, namun sebagian lainnya mengalami trauma berkepanjangan yang menghambat aktivitas sehari-hari.

Karena itulah memahami cara mengatasi trauma menjadi langkah penting bagi siapa pun yang terdampak.

1. Mengakui dan menerima kondisi emosional

Baca Juga: Debut Layar Lebar! Lisa BLACKPINK Bintangi Film Aksi Thriller Netflix 'TYGO' Bareng Don Lee

Kamu perlu menerima rasa takut, sedih, atau marah sebagai bagian dari reaksi normal.

Menekan emosi hanya akan memperlama pemulihan.

2. Mendapatkan bantuan profesional

Baca Juga: Jangan Lupa, Konser Denny Caknan Hari Ini di Singphoria SKJ Ultimate Jambi

Jika trauma mengganggu aktivitas, segera hubungi psikolog atau psikiater.

Terapi seperti CBT, konseling trauma, atau terapi eksposur dapat membantu proses penyembuhan.

3. Melatih relaksasi

Baca Juga: Empat Tanda Suami Berbohong yang Mungkin Sering Diabaikan Istri

Teknik seperti pernapasan dalam, meditasi, journaling, berdoa, atau mindfulness membantu menenangkan sistem saraf dan menurunkan ketegangan.

4. Menjaga kesehatan fisik

Tidur cukup, makan teratur, olahraga ringan, dan hidrasi yang baik terbukti membantu stabilitas emosional kamu.

Baca Juga: Ahli Ungkap Risiko di Balik Kebiasaan Tidur Pakai dan Tanpa Bantal

5. Kembali ke rutinitas secara perlahan

Rutinitas memberikan rasa aman.

Mulai dari aktivitas sederhana, termasuk melakukan hobi yang menenangkan.

Baca Juga: Dari Kisah Nyata Tragis hingga Fantasi Besar, Ini 5 Deretan Film Bioskop Desember 2025 yang Bikin Penasaran

6. Memperkuat dukungan sosial

Berbagi cerita dengan keluarga, teman, atau sesama penyintas membuat kamu merasa tidak sendirian.

7. Mengikuti kegiatan trauma healing

Baca Juga: NICE PIK 2 Jadi Tuan Rumah Weddingku Exhibition 2025, 200+ Vendor Siap Manjakan Calon Pengantin

Kegiatan seperti sharing session, seni kreatif, permainan edukasi, hingga pendampingan psikologis membantu memulihkan emosi.

Untuk anak, metode bermain sangat efektif.

8. Membangun harapan dan pola pikir positif

Baca Juga: Sebelum Ajak Anak Bermain ke Playground, Pastikan Kamu Tahu 3 Poin Penting Ini

Menetapkan tujuan kecil dan menyadari hal positif yang masih kamu miliki membantu membangun kembali rasa percaya diri.

Trauma pascabencana memang tidak mudah, tetapi pemulihan sangat mungkin dilakukan.

Dengan dukungan tepat dan proses yang konsisten, kamu dapat kembali bangkit dan menjalani hidup dengan lebih tenang. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.