Dampak Bullying yang Sering Diremehkan, Padahal Bisa Hancurkan Masa Depan

AKURAT JAKARTA - Bullying sering dianggap sebagai kenakalan remaja biasa, padahal dampak bullying jauh lebih dalam dan berbahaya dari yang terlihat.
Tindakan ini tidak hanya meninggalkan luka fisik, tetapi juga luka batin yang bisa bertahan hingga bertahun-tahun.
Banyak korban yang membawa trauma tersebut ke masa dewasa, memengaruhi cara berpikir, bersosialisasi, bahkan meraih kesuksesan dalam hidup.
Baca Juga: 4 Cara Mudah Menjaga Kesehatan Mata di Era Digital, Nomor 3 Sering Diabaikan!
Kamu perlu tahu bahwa bullying bukan hal sepele.
Dampaknya bisa menghancurkan kepercayaan diri dan merusak kesehatan mental seseorang.
Berikut adalah beberapa dampak jangka panjang dari bullying yang sering kali tidak disadari oleh banyak orang:
Baca Juga: 7 Keajaiban Minyak Kemiri, Si Kecil yang Kaya Manfaat Besar yang Perlu Kamu Tahu
1. Gangguan Psikologis
Korban bullying rentan mengalami depresi, kecemasan, dan trauma mendalam.
Mereka bisa merasa takut, rendah diri, dan sulit mempercayai orang lain.
Baca Juga: 5 Akibat Kurang Tidur yang Diam-Diam Menggerogoti Kesehatanmu
Dampak ini sering terbawa hingga dewasa dan memengaruhi hubungan sosial maupun karier.
2. Luka Emosional Mendalam
Banyak korban menjadi pribadi yang sensitif dan mudah tersinggung.
Mereka menutup diri dari lingkungan sosial karena takut disakiti kembali.
Perasaan tidak layak dicintai atau dihargai bisa membuat mereka sulit menjalin hubungan yang sehat.
3. Penurunan Prestasi dan Hambatan Karier
Baca Juga: Bahaya Emosional Mengintai di Balik Kebiasaan Curhat ke AI
Bullying juga dapat menurunkan semangat belajar dan motivasi.
Rasa minder dan takut gagal membuat korban sulit berkembang di lingkungan kerja, bahkan menghambat potensi diri yang sebenarnya besar.
4. Perubahan Perilaku Sosial
Baca Juga: Menangis Bikin Lega, Bukan Lemah! Ini Alasan Ilmiahnya Menurut Psikolog
Beberapa korban memilih menjadi pasif dan menarik diri, sementara yang lain justru menunjukkan perilaku agresif sebagai bentuk pertahanan diri terhadap rasa takut dan luka masa lalu.
5. Pentingnya Dukungan Lingkungan
Dukungan dari keluarga, teman, dan sekolah sangat penting bagi pemulihan korban.
Baca Juga: 5 Cara Menikmati Waktu Sepulang Kerja agar Hidup Lebih Bahagia dan Seimbang
Konseling dan terapi psikologis bisa membantu korban menemukan kembali kepercayaan diri dan rasa aman.
Menghentikan bullying bukan sekadar mencegah kekerasan, tetapi juga melindungi masa depan generasi muda.
Lingkungan yang aman, penuh empati, dan suportif akan membantu korban pulih serta tumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat dan percaya diri. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








