Jakarta

Dongeng Anak: Gajah Sombong Versus Semut

Zainal Abidin | 16 Januari 2026, 21:00 WIB
Dongeng Anak: Gajah Sombong Versus Semut

AKURAT JAKARTA - Di sebuah hutan yang hijau dan penuh kehidupan, setiap makhluk hidup memiliki peran penting, baik yang besar maupun yang kecil.

Namun, tidak semua hewan menyadari hal itu.

Ada yang merasa paling kuat, paling hebat, dan lupa bahwa setiap makhluk layak dihargai.

Baca Juga: Link Baca Buku 'Broken Strings': Memoar Karya Aurelie Moremans

Dongeng kali ini akan mengajak kita mengenal seekor gajah besar yang sombong dan sekelompok semut kecil yang tampak lemah, tetapi memiliki keberanian luar biasa.

Dongeng berjudul "Gajah Sombong Versus Semut" berikut diambil langsung dari Youtube DAI-Dongeng Anak Indonesia, bagian dari Grup Akurat Jakarta.

Gajah Sombong Versus Semut

Baca Juga: Nama Nikita Willy Ikut Terseret Spekulasi Publik Usai Buku Broken Strings Milik Aurelie Moremans Viral

Di sebuah hutan yang damai, hiduplah seekor gajah besar yang terkenal kuat.

Namun karena tubuhnya yang besar, ia menjadi sombong dan sering berjalan sambil menginjak tanah keras-keras tanpa peduli pada makhluk kecil di sekitarnya.

Hewan-hewan kecil sering ketakutan melihat tingkahnya, tetapi gajah tidak pernah memikirkan perasaan mereka.

Baca Juga: Efek Domino 'Broken Strings': Nama Nikita Willy Terseret Spekulasi Warganet Terkait 'Artis Dingin'

Ia merasa semua makhluk harus menyingkir ketika ia lewat.

Suatu hari, saat sedang berjalan santai, gajah tidak sengaja menyenggol sarang semut.

Tanah di sekitar sarang retak, dan beberapa semut terjatuh dari rumahnya.

Baca Juga: Mengkudu, Buah Beraroma Kuat dengan Manfaat Kesehatan yang Tak Terduga

Bukannya menyesal, gajah malah meledek sambil tertawa, “Maaf ya, tapi kalian terlalu kecil. Mana mungkin aku takut pada makhluk sekecil kalian?”

Semut-semut merasa sedih sekaligus marah.

Meski kecil, mereka juga punya rumah dan kehidupan yang harus dilindungi.

Baca Juga: Tanjung Kelayang, Pesona Pantai Granit Belitung yang Mendunia

Namun gajah semakin menjadi.

Ia makin sering lewat sembarangan di sekitar sarang semut, bahkan sengaja menginjak tanah dekat sarang untuk menunjukkan kekuatannya.

Akhirnya para semut berkumpul untuk berdiskusi.

Baca Juga: Pantai Mawun, Teluk Tenang Berpasir Putih di Lombok Tengah

Ada yang ingin pindah, ada yang ingin diam saja, tapi sebagian besar sepakat bahwa gajah perlu diberi pelajaran agar tidak meremehkan mereka lagi.

Malam hari, ketika hutan menjadi sunyi, semut-semut mulai menjalankan rencana mereka.

Mereka bergerak pelan mendekati tempat gajah tidur dan membagi tugas masing-masing.

Baca Juga: Pulau Sabira, Permata Terluar Jakarta yang Tenang dan Penuh Pesona Alam

Semut-semut mulai memanjat tubuh Gajah: ada yang ke kaki, ada yang ke perut, ada pula yang menuju telinga.

Ketika semuanya siap, mereka menggigit secara serempak.

Sebagian masuk ke lobang telinga Gajah.

Baca Juga: Makanan Penurun Gula Darah Alami, Pilihan Sehat yang Mudah Ditemukan di Sekitar Kita

Gajah langsung terbangun dan panik, menggeliat dan mengibaskan tubuhnya ke sana ke mari.

Meski gajah berusaha mengusir mereka, semut-semut tetap bertahan.

Mereka tidak berniat mencelakakan gajah, hanya ingin membuatnya merasakan bahwa makhluk kecil pun bisa kuat jika bersatu.

Baca Juga: ARAMSA, Akses Rabu Malam Gratis ke Museum Nasional Indonesia untuk Semua Kalangan

Salah satu semut kemudian mendekati berkata kepada Gajah, “Kami tidak ingin menyakitimu. Kami hanya ingin kau tahu rasanya diremehkan dan disakiti seperti kami.”

Mendengar itu, gajah terdiam.

Ia sadar dirinya telah berbuat salah.

Dengan suara gemetar ia berkata, “Tolong hentikan… aku mengerti sekarang. Kalian memang kecil, tapi kalian lebih kuat dari yang kupikirkan.”

Baca Juga: Museum Nasional Indonesia Resmikan Masjid Samudra Pasai, Akses Ibadah Nyaman di Tengah Wisata Sejarah

Keesokan paginya, gajah datang ke sarang semut dengan hati-hati.

Ia menundukkan kepala dan meminta maaf atas semua kesombongan yang ia lakukan.

Semut-semut yang awalnya ragu akhirnya memaafkannya.

Baca Juga: Kulit Manggis, Antioksidan Alami yang Kaya Manfaat untuk Menjaga Kesehatan Tubuh Secara Menyeluruh

Sejak hari itu, gajah berubah menjadi makhluk yang rendah hati dan berhati lembut.

Ia menjaga hutan bersama semut, dan semua makhluk hidup berdampingan dengan damai.

 

Demikianlah kisah tentang gajah yang awalnya sombong, lalu belajar arti menghargai sesama dari semut-semut kecil.

Baca Juga: Daun Putri Malu, Herbal Tradisional yang Dikenal Membantu Mengatasi Insomnia

Dari peristiwa itu, kita tahu bahwa tidak ada makhluk yang pantas diremehkan, sekecil apa pun ia terlihat.

Dongeng ini mengajarkan kita untuk selalu rendah hati, tidak menyakiti orang lain, dan saling menjaga agar hidup terasa lebih damai.

Semoga cerita ini membuat kita menjadi anak-anak yang baik, berani, dan penuh kasih sayang kepada semua makhluk.

Baca Juga: Tips Alami Mengatasi Bau Badan, Aman dan Mudah Dilakukan Sehari-hari

Versi animasi Gajah Sombong versus Semut ini bisa kamu tonton lewat LINK ini. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.