Dongeng Anak: Beruang Pemarah dan Lebah

AKURAT JAKARTA - Di hutan yang hijau dan penuh kehidupan, setiap hewan memiliki sifat dan kebiasaan yang berbeda-beda.
Ada yang ramah, ada yang ceria, dan ada pula yang mudah marah.
Dongeng kali ini mengisahkan seekor beruang besar dengan hati yang sering diliputi amarah.
Baca Juga: 5 Cara Menjaga Tubuh Tetap Sehat Hingga Usia Lanjut
Tanpa disadari, sikapnya itu membuat dirinya dijauhi dan menimbulkan masalah besar.
Inilah kisah "Beruang Pemarah dan Lebah" yang diambil langsung dari Youtube DAI-Dongeng Anak Indonesia, bagian dari Grup Akurat Jakarta.
Beruang Pemarah dan Lebah
Baca Juga: Pantai Kuyon Trenggalek, Pesona Tenang Pasir Putih di Pesisir Selatan Jawa Timur
Di sebuah hutan rimbun, hiduplah seekor beruang besar bernama Beru.
Tubuhnya kekar, tapi wajahnya sering terlihat masam.
Hampir semua hewan di hutan mengenalnya sebagai beruang pemarah yang mudah tersinggung.
Baca Juga: Dongeng Anak: Gajah Sombong Versus Semut
Setiap pagi, Beru berkeliling mencari makan.
Namun ia lebih sering menggerutu karena merasa semua hal mengganggunya—angin yang terlalu dingin, ranting yang menghalangi jalan, bahkan suara burung yang menurutnya terlalu bising.
Suatu kali, ketika Beru sedang melintas di tepi sungai, seekor kijang tanpa sengaja menyipratkan air saat melompat.
Baca Juga: Tips Alami Mengatasi Bau Badan, Aman dan Mudah Dilakukan Sehari-hari
Beru langsung mengaum marah, membuat si kijang ketakutan dan kabur.
Tak lama kemudian, Beru bertemu keluarga monyet yang sedang memetik buah di sebuah pohon.
Ketika satu buah jatuh mengenai kepala Beru, ia langsung mengamuk dan mengguncang batang pohon hingga para monyet lari pontang-panting.
Baca Juga: Daun Putri Malu, Herbal Tradisional yang Dikenal Membantu Mengatasi Insomnia
Semua hewan sepakat satu hal: berhadapan dengan Beru berarti masalah.
Namun Beru sendiri tidak pernah merasa salah.
Ia justru merasa hewan-hewan lain selalu mengganggunya.
Baca Juga: Kulit Manggis, Antioksidan Alami yang Kaya Manfaat untuk Menjaga Kesehatan Tubuh Secara Menyeluruh
Hari itu, Beru menjelajah lebih dalam ke hutan untuk mencari makan.
Ia menemukan sebuah pohon tumbang besar yang tampak mencurigakan.
Dari bau manis yang tercium, ia tahu pohon itu menyimpan sesuatu yang lezat.
Setelah berjalan mengitari batangnya, Beru menemukan sebuah lubang besar. Rupanya itu adalah sarang lebah tempat madu disimpan.
Ia mengendus-endus pelan, mencoba memastikan apakah lebah sedang berada di dalam.
Namun tepat pada saat itu, sekumpulan kecil lebah pulang dari perjalanan mereka sambil membawa madu.
Baca Juga: ARAMSA, Akses Rabu Malam Gratis ke Museum Nasional Indonesia untuk Semua Kalangan
Mereka terkejut melihat sarangnya sedang diutak-atik oleh Beru.
“Apa-apaan ini! Sarang kami jangan diganggu !” teriak salah satu lebah.
Tanpa pikir panjang, mereka menyerang Beru dengan sengatan cepat lalu masuk bersembunyi ke dalam lubang batang pohon.
Baca Juga: Makanan Penurun Gula Darah Alami, Pilihan Sehat yang Mudah Ditemukan di Sekitar Kita
Beru mengaum kesakitan. Sengatan kecil itu terasa seperti jarum panas mengenai kulitnya.
Amarahnya langsung memuncak, jauh lebih besar dari rasa sakit yang sebenarnya tidak seberapa.
Dikuasai emosi, Beru mengayunkan cakarnya dengan brutal ke sarang lebah dan menggoyang-goyang pohon tumbang tempat lebah bersarang.
Baca Juga: Pulau Sabira, Permata Terluar Jakarta yang Tenang dan Penuh Pesona Alam
Namun tindakan itu justru membangunkan seluruh koloni lebah yang berada di dalam.
Ratusan lebah keluar beramai-ramai, beterbangan seperti awan hitam kecil yang mendengung memekakkan telinga.
Sebelum Beru sempat melarikan diri, seluruh kawanan lebah menyerangnya tanpa ampun.
Baca Juga: Pantai Mawun, Teluk Tenang Berpasir Putih di Lombok Tengah
Mereka menyengat punggung, telinga, hidung, bahkan kaki Beru. Beruang pemarah itu hanya bisa berteriak dan berlari terbirit-birit.
Beru berlari melewati semak, menerobos pepohonan, hingga akhirnya menemukan sungai.
Tanpa pikir panjang, ia langsung nyebur ke sungai.
Baca Juga: Mengkudu, Buah Beraroma Kuat dengan Manfaat Kesehatan yang Tak Terduga
Beru menyelam dalam-dalam untuk menghindari kawanan lebah.
Lebah-lebah sabar menunggu di atas menunggu Beru muncul lagi ke permukaan.
Setelah beberapa lama bersembunyi di bawah air, lebah-lebah akhirnya pergi.
Baca Juga: Efek Domino 'Broken Strings': Nama Nikita Willy Terseret Spekulasi Warganet Terkait 'Artis Dingin'
Beru muncul ke permukaan. Untuk pertama kalinya, ia merasa sungguh malu dan menyadari betapa buruknya sikapnya selama ini.
Sejak hari itu, Beru mencoba menahan amarahnya.
Ia perlahan meminta maaf kepada hewan-hewan lain dan berjanji untuk mengendalikan emosinya.
Baca Juga: Tanjung Kelayang, Pesona Pantai Granit Belitung yang Mendunia
Akhirny, hutan kembali terasa lebih damai.
Beru belajar bahwa kemarahan tidak pernah membawa kebaikan, melainkan hanya luka dan penyesalan.
Dengan hati yang lebih tenang, ia mulai menjalani hari-harinya dengan senyum dan persahabatan.
Kisah Beru mengajarkan bahwa siapa pun bisa berubah menjadi lebih baik jika mau menyadari kesalahan dan belajar mengendalikan diri.
Versi animasi Beruang Pemarah dan Lebah ini bisa kamu tonton lewat LINK ini. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









