Jakarta

12 Tanaman Obat Alami Penjaga Kesehatan, Wajib Ada di Rumah!

Zainal Abidin | 20 Januari 2026, 14:00 WIB
12 Tanaman Obat Alami Penjaga Kesehatan, Wajib Ada di Rumah!

AKURAT JAKARTA - Tanaman obat telah lama menjadi bagian penting dari budaya kesehatan masyarakat Indonesia.

Di tengah gaya hidup modern, pengobatan herbal masih banyak diminati karena dinilai lebih alami dan mudah diperoleh.

Berikut ini adalah 12 tanaman obat herbal yang biasa digunakan masyarakat untuk kesehatan.

Baca Juga: Tips Alami Mengatasi Bau Badan, Aman dan Mudah Dilakukan Sehari-hari

1. Bawang Putih

Bawang putih dikenal memiliki sifat antimikroba, antiradang, dan antikanker yang bermanfaat bagi tubuh.

Konsumsi rutin bawang putih dapat membantu menurunkan tekanan darah serta mengurangi risiko penyakit jantung. 

Baca Juga: Dongeng Anak: Gajah Sombong Versus Semut

2. Jahe

Jahe mengandung senyawa antiinflamasi dan antioksidan yang efektif meredakan mual dan nyeri sendi.

Tanaman ini juga membantu meningkatkan daya tahan tubuh serta melancarkan sistem pencernaan.

Baca Juga: Pantai Kuyon Trenggalek, Pesona Tenang Pasir Putih di Pesisir Selatan Jawa Timur

3. Kunyit

Kunyit kaya akan kurkumin yang berperan penting dalam mengurangi peradangan dan menjaga kesehatan jantung.

Bahan ini sering digunakan sebagai jamu tradisional maupun bumbu dapur sehari-hari.

Baca Juga: 5 Cara Menjaga Tubuh Tetap Sehat Hingga Usia Lanjut

4. Daun Sirih

Daun sirih dipercaya mampu mengurangi stres dan membantu meningkatkan vitalitas tubuh.

Beberapa studi menunjukkan manfaatnya dalam menjaga kesehatan reproduksi pria secara alami.

Baca Juga: Dongeng Anak: Beruang Pemarah dan Lebah

5. Lidah Buaya

Lidah buaya memiliki sifat antibakteri dan antioksidan yang mendukung penyembuhan luka.

Tanaman ini juga membantu mengelola kadar gula darah dan menjaga kesehatan mulut. 

Baca Juga: Warga Pontianak Merapat! Konser Gratis D'Masiv di Stadion Sultan Syarif Abdurrahman Sore Ini, Meriahkan Daihatsu Kumpul Sahabat

6. Kayu Manis

Kayu manis mengandung senyawa aktif yang membantu meredakan nyeri akibat peradangan sendi.

Antioksidan di dalamnya melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Baca Juga: Taman Gapura Muka, Ruang Publik Baru di Jakarta Timur yang Instagramable

7. Daun Mint

Daun mint sering digunakan untuk meredakan gangguan pencernaan seperti perut kembung dan nyeri.

Kandungan mentolnya membantu memberikan efek menenangkan pada saluran cerna.

Baca Juga: Pantai Pudak Blitar, Surga Pasir Putih yang Viral Dengan Suasana Sepi Bak Pantai Pribadi

8. Temulawak

Temulawak merupakan tanaman herbal asli Indonesia yang berperan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Kandungan antioksidannya membantu tubuh melawan infeksi dan menjaga stamina.

Baca Juga: Pulau Sjahrir Banda Neira, Pesona Wisata Sunyi Penuh Sejarah dan Alam Tropis

9. Sereh

Sereh bermanfaat untuk meredakan demam dan gangguan pencernaan ringan.

Tanaman ini juga diketahui memiliki efek menurunkan tekanan darah secara alami.

Baca Juga: Pantai Tanjung Gundul Banggai, Pesona Sunyi Sulawesi yang Eksotik

10. Cengkeh

Cengkeh kaya senyawa fenolik yang berfungsi sebagai antioksidan kuat.

Konsumsinya dipercaya mampu menurunkan stres oksidatif dan risiko penyakit kronis.

Baca Juga: Durian, Buah Tropis Kontroversial yang Menyimpan Beragam Manfaat Kesehatan

11. Seledri

Seledri mengandung flavonoid yang baik untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Sayuran ini juga membantu mengontrol tekanan darah jika dikonsumsi secara rutin.

Baca Juga: Jungan Lupa! Westlife A Gala Evening in Jakarta dan Surabaya pada Awal Februari 2026, Penjualan Tiket Dimulai Rabu Besok, Segini Harganya

12. Daun Kelor

Daun kelor kaya vitamin dan mineral yang mendukung daya tahan tubuh dan kesehatan tulang.

Air rebusannya sering dimanfaatkan sebagai pengobatan tradisional sehari-hari.

Baca Juga: Wibu Merapat ke Mall of Indonesia! Ada JKTANIME FEST 2026, Berlangsung hingga 25 Januari, Event Anime Terbesar di Jakarta

Tanaman obat memiliki banyak manfaat, namun tetap perlu digunakan secara bijak.

Pengobatan herbal sebaiknya menjadi pelengkap, bukan pengganti pengobatan medis dari dokter. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.