Jakarta

8 Dampak Negatif Prilaku Flexing

Mohammad Tegar Tsabitul Azmi | 9 September 2023, 20:09 WIB
8 Dampak Negatif Prilaku Flexing

AKURAT.CO - Di tengah gempuran teknologi yang terus berkembang, seseorang kini dapat dengan mudah membagikan pencapaiannya melalui media sosial.

Saking mudahnya, tak jarang seseorang dibuat nyaman dan terlena hingga melakukan flexing.

Flexing atau tindakan memamerkan
kemewahan, kekayaan, atau gaya hidup yang berlebihan memiliki dampak negatif, terutama bagi aspek sosial dan budaya.

Baca Juga: Duh! Terbukti Melanggar Lingkungan, Industri Peleburan Baja Dikenai Sanksi Administratif

Dampak negatif dari perilaku flexing ini dapat mencakup:

1. Rasa Tidak Puas

Melihat orang lain memamerkan kehidupan yang tampak sempurna atau mewah di media sosial dapat membuat orang lain merasa tidak puas dengan kehidupan mereka sendiri.

Hal ini dapat meningkatkan perasaan cemburu dan tidak bahagia.

Baca Juga: Mantap! Program Bupati Zaki Ini Jadi Percontohan Pengelolaan Wilayah Pesisir Asia Timur

2. Tekanan Finansial

Flexing dapat mendorong orang untuk menghabiskan uang mereka untuk barang-barang mewah atau gaya hidup yang tidak mereka mampu, hanya untuk menjaga citra di media sosial, memenuhi ekspektasi sosial atau menunjukkan prestise.

Ini bisa menyebabkan tekanan finansial, masalah keuangan dan seseorang jadi berprilaku konsumtif yang tidak tepat.

Baca Juga: DLH Ungkap Kendala Ketersediaan Water Mist Generator

3. Perbandingan Sosial

Flexing sering kali memicu perbandingan sosial di antara orang-orang, yang dapat mengarah pada perasaan rendah diri atau kecemasan.

Orang mungkin merasa seperti mereka harus bersaing dalam "perlombaan" untuk memamerkan prestasi atau gaya hidup mereka.

4. Perasaan Palsu

Flexing seringkali melibatkan tampilan yang direkayasa atau tidak mewakili kenyataan sebenarnya.

Hal ini dapat menciptakan citra palsu di media sosial dan membingungkan orang tentang apa yang sebenarnya terjadi dalam kehidupan seseorang.

5. Perasaan Tidak Aman dan Nyaman

Bagi beberapa orang, melihat flexing di media sosial dapat meningkatkan perasaan tidak aman dan meragukan diri sendiri.

Mereka mungkin merasa seperti mereka tidak sebanding dengan apa yang dilihat di media sosial.

6. Kesalahan Prioritas

Fokus terlalu banyak pada penampilan dan memamerkan kekayaan dapat mengalihkan perhatian dari hal-hal yang lebih penting dalam hidup, seperti hubungan, kesehatan mental, dan pengembangan pribadi.

7. Kebencian dan Kritik

Orang yang terlibat dalam flexing juga bisa menjadi sasaran kebencian dan kritik dari orang lain yang merasa tidak suka dengan perilaku tersebut. Ini bisa memicu konflik di media sosial.

8. Kehilangan Kepercayaan

Terlalu sering memamerkan kekayaan atau prestasi dapat membuat orang lain meragukan integritas atau motivasi seseorang, yang dapat mengakibatkan kehilangan kepercayaan.

Media sosial memang seringkali hanya menampilkan sisi terbaik dari kehidupan seseorang, namun tak jarang gambaran tersebut tidak selalu mencerminkan kenyataan.

Oleh karena itu, yuk mulai sekarang bersikap bijak dalam mengonsumsi konten media sosial dan tidak membandingkan diri sendiri dengan apa yang dilihat di sana.

Lebih baik fokus pada pencapaian dan kebahagiaan pribadi daripada mencoba untuk memenuhi harapan orang lain di media sosial.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.