Saling Adu Komentar, Netizen Sebut Alasan Indonesia Jadi Negara Fatherless Karena Laki-laki Tak Sebaik Dali Wassink

AKURAT JAKARTA - Netizen baru-baru ini terlihat saling adu komentar di media sosial.
Usai sebut Indonesia jadi negara Fatherless karena tak banyak laki-laki yang memiliki kesadaran penuh seperti Dali Wassink.
Ya, almarhum Dali Wassink selama ini dikenal masyarakat Indonesia karena kerap menghabiskan waktunya bersama anak semata wayang Kamari Wassink.
Baca Juga: Usai Melangsungkan Prosesi Kremasi, Jennifer Coppen Curhat Hari Ini Berulang Tahun
Dali bahkan dianggap sebagai standar sosok ayah yang harusnya di miliki oleh lelaki.
Mengedepankan keluarga kecil, dan banyak membantu kebutuhan istri.
Seperti mengasuh, memasakkan MPASI dan menemani kegiatan vaksinasi rutin anak.
Baca Juga: Heboh Dali Wassink Dikremasi Padahal Mualaf, Bagaimana Islam Memandang Hukum Tersebut?
Bagi wanita, lelaki seperti Papa Dali adalah sosok gentlemen sesungguhnya yang tak banyak ditemukan di Indonesia.
Kemampuannya mendobrak budaya patriarki membuat namanya begitu harus di hati netizen Indonesia.
"Di indonesia ini yang jadi ayah banyak tapi ga semua ayah bisa ngelakuin hal hal yg dilakuin Dali. Ngajakin Kamari beach date, gendong Kamari, nemenin tidur, nyiapin outfit, nemenin swimming training, kuncirin rambut, masakin, suapin, mandiin dan nemenin vaksin rutin" unggah noonani.
Baca Juga: Haru, Dali Wassink Dikremasi, Netizen Heboh Soal Agama
"Sorry to say, lelaki di Indonesia masih banyak yang tidak menjalankan tugas dan perannya sebagai suami dan ayah dengan baik, wajar saja semua orang merasa kehilangan ketika melihat figur seorang ayah seperti Dali" tulis akun TikTok Pinkyshh.
"Kapan lagi kita bisa melihat laki-laki gendong anak sambil masak di negara yang sangat menjunjung tinggi patriarki ini, rest in heaven Dali" lanjutnya.
Merasa tak terima, banyak perempuan yang banding-bandingkan sosok Dali Wassink dengan kebanyakan lelaki.
Baca Juga: Dijuluki Family Man, Dali Wassink Tuai Ribuan Doa Dari Netizen
Netizen lain menanggapi bahwa kesiapan ekonomi sedikit banyak akan mempengaruhi peran ayah untuk anak dan istrinya.
"Kalo orang susah menengah mah bentuk sayang ke anaknya ya banting tulang" sanggah akun @SP27488
"Kalo ayahnya kerja jadi buruh pabrik mana bisa kaya gitu kakk" tanya @petrikorhujan.
Kira-kira bagaimana menurutmu?.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Parma vs Udinese di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Keluar dari Tren Buruk
- 2Prediksi Skor Freiburg vs Wolfsburg di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Buruk?
- 3Prediksi Skor Bournemouth vs Aston Villa di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Duel Dua Tim yang Sedang Panas
- 4Prediksi Skor Fulham vs Crystal Palace di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Momentum Kebangkitan Tuan Rumah Diuji
- 5Prediksi Skor AC Monza vs Napoli di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Partenopei di Markas Brianzoli
- 6Prediksi Skor SC Paderborn vs Stuttgart di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Kesempatan Tuan Rumah Membalas Kekalahan
- 7Prediksi Skor Sunderland vs Brentford di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Misi Bangkit demi Tiket Perempat Final
- 8Prediksi Skor Bayer Leverkusen vs FC Nurnberg di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Mampukah Die Werkself Taklukan Tim Kasta Kedua dengan Mudah?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






