Jakarta

Bukan Sekadar Masalah Cita-cita, Rendahnya Minat Anak Muda Jadi Petani Perlu Diwaspadai

Anggerhana Denni Rahmawati | 30 Oktober 2026, 20:45 WIB
Bukan Sekadar Masalah Cita-cita, Rendahnya Minat Anak Muda Jadi Petani Perlu Diwaspadai
Krisis regenerasi petani mengancam, anak muda pilih jadi polisi hingga dokter. - Magnific

AKURAT JAKARTA - Ketika ditanya tentang cita-cita, anak-anak biasanya menyebut profesi seperti dokter, polisi, tentara, atau pekerjaan lain yang dianggap menjanjikan.

Namun, ada satu profesi yang justru jarang muncul dalam jawaban mereka, yaitu petani.

Kondisi ini menjadi perhatian karena Indonesia memiliki kekayaan alam yang membutuhkan generasi penerus untuk mengelolanya.

Fenomena tersebut bukan sekadar persoalan pilihan pekerjaan.

Ada persepsi sosial yang membuat profesi petani dan nelayan kurang menarik di mata generasi muda.

Pekerjaan di sektor pertanian masih sering dikaitkan dengan aktivitas fisik yang berat, lingkungan berlumpur, panas matahari, hingga penghasilan yang dianggap tidak pasti.

Dalam psikologi sosial, pandangan tersebut berkaitan dengan occupational stigma, yakni stereotip negatif yang melekat pada pekerjaan tertentu.

Ketika sebuah profesi dianggap kurang bergengsi atau tidak memberikan prospek kehidupan yang baik, seseorang cenderung menghindarinya, bahkan sebelum benar-benar mengenal peluang yang tersedia.

Persoalan inilah yang disoroti Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti ketika berdialog dengan para siswa di berbagai daerah.

Ia mengaku belum pernah menemukan siswa SD maupun SMP yang menyebut ingin menjadi petani atau nelayan saat ditanya mengenai cita-cita mereka.

Baca Juga: Tak Melulu Tokyo dan Kyoto, Jepang Ajak Wisatawan Menjelajahi Desa Lewat Walking Tour

Sebaliknya, sebagian besar siswa justru memilih profesi dokter, polisi, tentara, hingga anggota dewan.

Meski demikian, Mu'ti pernah menemukan jawaban berbeda dari seorang siswa kelas V SD di Wonosobo yang bercita-cita menjadi juragan sapi.

Menurut Mu'ti, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena sektor pertanian dan perikanan memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat.

Hampir semua profesi membutuhkan hasil produksi petani, termasuk dokter yang tetap membutuhkan makanan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Ia menilai rendahnya minat terhadap profesi petani dapat menjadi persoalan bagi keberlanjutan pengelolaan kekayaan alam Indonesia.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.