Jakarta

Lari Pagi Ternyata Bisa Mengobati Sakit Hati Lho, Simak Penjelasannya

Hawa E. Azhari | 8 Desember 2024, 07:38 WIB
Lari Pagi Ternyata Bisa Mengobati Sakit Hati Lho, Simak Penjelasannya

AKURAT JAKARTA - Lari merupakan olahraga yang terbilang mudah untuk dilakukan dan memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah mengobati sakit hati.

Selain mengobati sakit hati, olahraga dengan cara lari atau jogging ternyata juga menyehatkan secara fisik dan mental.

Dengan berlari atau latihan fisik apapun memiliki pengaruh bagi kesehatan mental dan secara perlahan akan memperbaiki perasaan sakit hati yang mendalam.

Baca Juga: BMKG Prediksi Hujan Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

Terlebih melakukan olahraga lari dengan konsisten atau teratur, tentu akan memberikan dampak kesehatan mental yang bagus.

Menyembuhkan Patah Hati

Dikutip dari akun X @recehtapisayng, menurut psikiater Dr. Ellen Vora dan psikolog Dr. Alice Domar, berjalan kaki atau lari merupakan upaya pengobatan stres yang efektif.

Baca Juga: Simulasi Kredit Mobil Bekas Chery Omoda 5 1.5 Z 230T Wagon 2023, Angsuran Mulai dari 4 Jutaan dengan DP Minim!

Aktivitas berjalan kaki atau berlari yang rutin dan konsisten selama masa patah hati merupakan hal yang bagus.

Sebab cara tersebut sangat unik untuk melepas hormon endorphin yang bisa membebaskan dari stres akibat putus cinta.

Berlari secara konsisten dan rutin setidaknya 30 menit hingga 60 menit setiap hari sangatlah bagus.

Baca Juga: Digunakan Sebagai Obat Sejak 7.000 Tahun Silam, Ternyata Bawang Putih Memiliki Banyak Manfaat untuk Kesehatan, Berikut 8 di Antaranya!

Dalam 5 hari berikutnya, diharapkan aktivitas tersebut bisa mengobati perasaan patah hati dan putus cinta.

Tidur Lebih Nyenyak

Dikutip dari halodoc.com, berlari ternyata mampu membantu seseorang mendapatkan jadwal tidur yang normal.

Baca Juga: HEBOH! Mahasiswi di Kudus Nekat Jual Video Syur Dirinya dengan Tiga Pria Lewat Medsos, Gara-gara Gila Judi Online, Kini Ditangkap Polisi

Hal ini disebabkan bahan kimia yang dilepaskan selama dan setelah berlari membuat tubuh jadi lebih rileks. Dan dampaknya adalah tidur lebih nyenyak.

Selain itu, tubuh yang dalam kondisi lelah akan berusaha mengembalikan kekuatannya, sehingga akan berada pada mode "deep sleep".

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.