Jakarta

Tidak Selalu Aman, Ini 5 Efek Samping Botox jika Tidak Dilakukan dengan Tepat

Zainal Abidin | 27 November 2025, 19:45 WIB
Tidak Selalu Aman, Ini 5 Efek Samping Botox jika Tidak Dilakukan dengan Tepat

AKURAT JAKARTA - Efek samping botox yang perlu kamu ketahui sering kali tidak dibicarakan secara mendalam, padahal prosedur ini kini semakin populer di kalangan pengguna perawatan estetika.

Banyak yang hanya fokus pada hasil akhirnya tanpa mempertimbangkan bahwa efek samping botox yang perlu kamu ketahui bisa bervariasi pada setiap orang.

Karena itu, memahami efek samping botox yang perlu kamu ketahui menjadi langkah penting sebelum kamu memutuskan menjalani prosedur ini.

Baca Juga: Konser Tunggal Mahalini Bertajuk KOMA Live in Concert Bakal Digelar di Jakarta pada Februari 2026, Segini Harga Tiketnya

Botox bukan sekadar tren kecantikan, tetapi merupakan tindakan medis yang tetap memiliki risiko.

Dengan pengetahuan yang tepat, kamu bisa membuat keputusan lebih bijaksana dan sesuai kebutuhan.

Berikut uraian lengkapnya agar kamu semakin siap sebelum menjalani prosedur.

Baca Juga: Tak Sekadar Nikmat, Durian Kaya Gizi dan Mampu Turunkan Risiko Penuaan Dini hingga Kanker

1. Bengkak dan memar di area suntikan

Efek samping ringan seperti nyeri, kemerahan, sedikit bengkak, sakit kepala ringan, dan memar kecil merupakan hal yang wajar terjadi setelah tindakan.

Memar dapat diminimalkan dengan menghindari konsumsi obat pengencer darah seperti aspirin, ibuprofen, atau suplemen vitamin E beberapa hari sebelum prosedur.

Baca Juga: Bikin Deg-degan Nih, Mahalini Siap Gelar Konser Comeback di Jakarta, Intip Rincian Harga Tiketnya

Reaksi ini biasanya akan mereda dalam beberapa hari sehingga tidak perlu terlalu dikhawatirkan.

2. Kelopak mata turun (ptosis)

Ptosis atau kelopak mata turun sering kali menjadi efek samping yang paling membuat pasien risau.

Baca Juga: Big Bang Fest 2025 Gabungkan Konser Musik dan Pameran Cuci Gudang di JIEXPO

Penempatan titik suntik yang tidak tepat atau penyebaran toksin dapat memicu kondisi ini.

Sebuah publikasi di Plastic and Reconstructive Surgery juga menegaskan bahwa pemahaman anatomi wajah dan penggunaan dosis yang tepat merupakan kunci utama pencegahannya.

3. Ekspresi wajah terlihat kaku

Baca Juga: 5 Kesalahan Jeruk Nipis yang Bikin Masakan Jadi Hambar dan Pahit

Jika dosis botox terlalu tinggi atau titik penyuntikan tidak sesuai, ekspresi wajah bisa tampak kaku.

Kondisi ini menimbulkan kesan tidak natural dan mengurangi mimik yang biasanya muncul saat kamu berbicara atau tersenyum.

4. Spock brow

Baca Juga: Kabar Gembira, Musisi Jazz Ternama Ramaikan JakJazz 2025 di Senayan Park

Fenomena ini ditandai dengan ujung alis yang terangkat terlalu tinggi hingga tampak seperti karakter Spock.

Ketidakseimbangan pelemahan otot di area dahi menjadi penyebab utama kondisi tersebut.

5. Efek samping sistemik

Baca Juga: Festival Komedi Jakarta Digelar di Plenary Hall Balai Sarbini Besok Malam, Hadirkan Coki Anwar hingga 3 Composers, Gratis!

Meski jarang, toksin botox bisa menyebar ke luar area suntikan dan menyebabkan efek sistemik.

Gejalanya bisa berupa kelemahan otot, gangguan penglihatan, kesulitan menelan, hingga sesak napas.

Risiko ini sangat rendah apabila prosedur dilakukan dengan dosis tepat dan oleh tenaga medis berkompeten.

Baca Juga: Jangan Diremehkan! Kebiasaan Tidur Setelah Makan Bisa Picu Penyakit Serius

Untuk meminimalkan risiko, ada beberapa langkah penting yang perlu kamu lakukan: memilih dokter yang berpengalaman, melakukan konsultasi sebelum tindakan, mengikuti instruksi sebelum dan sesudah prosedur, serta memberitahu dokter mengenai kondisi kesehatan dan obat-obatan yang sedang dikonsumsi.

Dengan persiapan yang matang, botox dapat menjadi prosedur yang aman baik untuk tujuan estetika maupun medis. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.